METROPEKALONGAN.COM, Semarang - Temuan kerangka di tebing Jalan Tol Jangli Kota Semarang diduga ada kaitannya dengan seorang gadis warga Kabupaten Semarang yang dilaporkan hilang pada 2025 silam
Gadis tersebut bernama Mozza Axilliq Gunarsa, 18, warga Gabungan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Mozza sempat dilaporkan hilang ke Polres Semarang lantaran sudah tidak pulang sembilan hari sejak keluar rumah pada Rabu (25/6/2025).
Kemudian, proses penyelidikan berhasil menangkap satu orang terduga pelakunya oleh pihak kepolisian. Pria terduga tersebut tak lain teman dekat Mozza alias pacar.
Informasi yang diperoleh, dugaan pembunuhan ini dilakukan di sebuah rumah kos diwilayah Kecamatan Candisari, Kota Semarang.
Kasat Reserse PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompo Ni Made Sriniti mengakui lokasi penemuan kerangka dan dugaan pembunuhan tersebut berada di wilayah hukum Polrestabes Semarang.
Pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi dengan Polres Semarang dalam penanganan kasus ini.
Kerangka tersebut ditemukan di tebing di tepi jalan tol wilayah Jangli Kota Semarang. Proses evakuasi kerangka tersebut juga membutuhkan tenaga ekstra mengingat medan lokasi yang sulit, kemiringan dengan menjorok ke bawah menuju dasar sejauh sekitaran 60 meter.
"Kalau untuk ciri-ciri sudah sesuai, tinggi badannya juga sesuai. Nah, ini masih proses DNA-nya diambil juga sama pihak rumah sakit. Memang ciri-cirinya kuat itu," ujarnya.
Terkait dugaan pembunuhan ini, Kompol Ni Made juga menyebut ada satu orang yang diamankan dan diduga kuat sebagai pelaku dugaan pembunuhan tersebut. Pihaknya menyebut, terduga pelakunya merupakan sang pacar.
"Pelakunya satu orang, teman dekat warga sekitaran wilayah Jawa Tengah, kerja swasta," jelasnya.
Terkait upaya pengurangan nyawa Mozza, Kompol Ni Made menyebut dilakukan disebuah rumah kos di Kota Semarang Pihaknya juga tidak menampik rumah kos tersebut berada di wajah Candisari.
"Iya, diduga dibunuh dengan cara dibekap," bebernya.
Selanjutnya, jenasah Mozza dimasukan ke dalam sarung dan dibawa dibuang ke lokasi tebing Jalan Tol Jangli. Namun, jasad tersebut tidak sampai dasar, karena menyangkut batang pohon.
"Jenazah nya itu diikat terus dimasukin ke karung itu dibungkus sarung terus dilempar ke jurang itu," katanya.
Terkait motif dugaan pembunuhan ini, Kompol Ni Made membeberkan, pelaku merasa cemburu dengan korban yang dituduh ada kedekatan dengan orang lain.
"Pelaku cemburu ke korban. Korban ini ada chatting-an dari cowok lain, terus pelakunya cemburu, emosi," bebernya.
Sekarang ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Polres Semarang terkait langkah selanjutnya dalam penanganan ungkap kasus ini.
Kompol Ni Made menyebut, sekarang ini juga belum ada pelimpahan resmi penanganan kasus ini ke Polres Semarang.
"Ini belum limpahan resmi ke saya. Jadi kita belum berani ngomong secara mendalam," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan. Jasad korban ditemukan di tebing tol Jangli Kota Semarang. Namun, kondisinya sudah tinggal tulang. (mha)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto