Respons Keluhan Warga Pati, Ahmad Luthfi Instruksikan Penanganan Bau Ikan di Sungai Juana

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 10:28 WIB
Atasi Bau Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Pati, Gubernur Luthfi Perintahkan Kubur Pakai Alat Berat
Atasi Bau Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Pati, Gubernur Ahmad Luthfi Perintahkan Kubur Pakai Alat Berat

 

METROPEKALONGAN.COM, Pati- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat merespons keluhan warga Kabupaten Pati terkait bau menyengat dari bangkai ikan sapu-sapu di Sungai Juana. Fenomena ini terjadi akibat mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana dalam beberapa waktu terakhir.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan jajarannya untuk segera membersihkan dan mengubur bangkai ikan tersebut di lahan kosong sekitar sungai agar tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengatakan pihaknya telah mengecek langsung lokasi dan bertemu dengan warga serta perangkat desa setempat.

Menurut Urip, terdapat dua keluhan utama yang disampaikan masyarakat. Pertama, bau bangkai ikan sapu-sapu yang mengganggu aktivitas warga. Kedua, masyarakat berharap aliran air dari waduk kembali dibuka sehingga sungai terisi air dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.

“Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali, sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu,” kata Urip, Selasa, 8 September 2026.

Untuk mengatasi bau bangkai ikan, Pemprov Jateng bersama Pemkab Pati telah menyepakati langkah penanganan dengan memindahkan dan mengubur bangkai ikan di sekitar Bendung Karet Sungai Juana.

“Ada lahan kosong. Bangkai nanti dikubur agar bau tidak lagi mengganggu,” ujarnya.

Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan. Pasalnya, pemerintah perlu mendatangkan alat berat untuk menggali lahan yang akan digunakan sebagai lokasi penguburan bangkai ikan.

Sementara terkait permintaan warga agar aliran air kembali dialirkan ke sungai, Urip mengatakan persoalan tersebut membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan instansi yang berwenang mengatur pengelolaan air.

“Untuk aliran air, tentu perlu waktu karena harus berkoordinasi dengan instansi yang menaunginya,” jelasnya. 

Sementara itu, sekretaris Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Luwito Kito, mengatakan mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana bukan kali pertama terjadi.

Menurutnya, kondisi serupa pernah terjadi pada 2024. Kali ini, matinya ikan sapu-sapu akibat bendung mengering kembali menimbulkan persoalan bagi masyarakat, terutama karena bau bangkai yang menyengat.

Ia berharap penanganan bangkai ikan dapat segera dilakukan sehingga tidak menimbulkan dampak lain bagi warga, termasuk potensi gangguan kesehatan dan penyebaran penyakit.

Selain penanganan bangkai ikan, warga juga berharap air kembali dialirkan ke sungai untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian di sekitar lokasi.

“Permintaan kami, air dialirkan lagi untuk pertanian dan bau bangkai ikan tertangani,” kata Luwito Kito.

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
ikan sapu-sapu Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Pati Bendung Karet Sungai Juana Urip Sihabudin Gubernur Ahmad Luthfi