Lugman Hidayat, Merajut Persatuan Kota Pekalongan Lewat Bulutangkis

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 11:24 WIB
KOMPAK : Lugman saaat aktif dalam dunia Bulutangks di Kota Pekalongan, kumpul bersama tim PBSI setempat dalam suatu kegiatan.(IST)
KOMPAK : Lugman saaat aktif dalam dunia Bulutangks di Kota Pekalongan, kumpul bersama tim PBSI setempat dalam suatu kegiatan.(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Gedung PJKA menjadi saksi awal kecintaan Lugman Wahyuning Hidayat terhadap bulutangkis. Jauh sebelum dipercaya memimpin Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Pekalongan, ia hanyalah seorang anak yang menikmati malam minggu dengan bermain bulutangkis bersama sang ayah.

Kenangan itu masih melekat kuat. Sang ayah kerap mengajaknya bermain di lapangan sederhana. Sesekali mereka berlatih. "Saking asyiknya bapak bermain, saya pernah sampai tertidur di lapangan," serunya semangat.

Bagi Lugman, sang ayah bukan sekadar orang yang mengenalkan raket dan kok. Sosok tersebut menjadi orang yang paling berjasa dalam perjalanan hidupnya di dunia bulutangkis. Ia selalu mengantar Lugman ketika latihan maupun bertanding.

Dari lapangan sederhana itulah tumbuh kecintaan yang kemudian membawanya pada pengabdian lebih besar. Kini, Lugman Wahyuning Hidayat dipercaya sebagai Ketua Umum PBSI Kota Pekalongan. Ia kembali terpilih secara aklamasi untuk periode 2023–2027 melalui Musyawarah Kota (Muskot) pada Desember 2023.

Baca Juga: Ketagihan Foya-foya di Diskotek, Spesialis Maling Rumah Histeris Dibekuk Polisi

Baca Juga: Kota Pekalongan Aman dari Abu Anak Krakatau, Tetap Diminta Waspada

Di tengah kesibukan bisnis dan tanggung jawab organisasi, Lugman menyadari bahwa waktu merupakan sesuatu yang harus dikelola dengan disiplin. Baginya, kunci bukan sekadar memiliki banyak waktu, melainkan mampu menentukan kapan harus berkonsentrasi pada pekerjaan, organisasi, maupun kehidupan pribadi.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita harus fokus pada setiap apa yang dikerjakan serta memberikan batasan waktu yang tegas,” ungkapnya.

BARENG KELUARGA :  Disela-sela sibuk kerja dan organisasi, rutin menyempatkan diri berkumpul bareng kelaurga besar.(IST)
BARENG KELUARGA :  Disela-sela sibuk kerja dan organisasi, rutin menyempatkan diri berkumpul bareng kelaurga besar.(IST)

Ia menerapkan skala prioritas untuk menentukan pekerjaan yang harus didahulukan. Dalam organisasi, ia pun tidak ingin semua pekerjaan terpusat pada satu orang. Pengurus diberdayakan sesuai posisi dan tugas masing-masing.

Sikap tersebut juga tumbuh dari pengalaman mengelola bisnis. Lugman melihat keberhasilan tidak bisa dibangun seorang diri. Kerja sama dan hubungan baik dengan berbagai pihak menjadi fondasi untuk menjalankan program PBSI Kota Pekalongan.

Baca Juga: FTBI Pekalongan Jadi Pesta Gembira Lestarikan Bahasa Jawa

Baca Juga: Haornas ke-43, Polres Pekalongan Kota Ajak Warga Rajin Olahraga

Ia berupaya menjaga hubungan antara pengurus dengan klub, PBSI dengan Pemerintah Kota Pekalongan, Forkopimda, hingga kalangan pengusaha. Dari hubungan yang terjalin itu, ia berharap lahir dukungan yang semakin kuat untuk pembinaan atlet dan penyelenggaraan berbagai kejuaraan.

“Bisa membantu terwujud cita-cita bersama memunculkan bibit atlet yang handal dan rutin menggelar event kejuaraan, hasil dari dukungan semua pihak,” tuturnya.

Lugman Wahyuning Hidayat
Lugman Wahyuning Hidayat

 

Di rumah, perjalanan pengabdian Lugman juga mendapatkan dukungan penuh. Istri dan anak-anak turut menjadi bagian dari perjuangannya. Menurutnya, keluarga memberikan dukungan besar dan ikut bekerja bersama agar berbagai program yang dijalankan dapat mencapai hasil terbaik.

Ada satu prinsip kehidupan yang terus ia tanamkan kepada keluarganya. “Mulailah dengan memberi kalau kita ingin mendapatkan. Berikan yang terbaik maka kita akan mendapatkan yang terbaik pula,” katanya.

Prinsip memberi itu pula yang membuatnya tetap bertahan ketika mengurus olahraga daerah tidak selalu mudah. Waktu, tenaga, pikiran hingga materi harus disiapkan. Namun, ada alasan yang membuatnya tetap bersemangat.

Bagi Lugman, bulutangkis bukan sekadar olahraga. Cabang olahraga ini memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Dari bulutangkis, Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang di panggung dunia, termasuk Olimpiade.

Ia ingin semakin banyak anak mendapatkan kesempatan berlatih, berkembang, lalu suatu hari mampu menjadi atlet yang membanggakan daerah maupun Indonesia. Baginya, menjaga marwah bulutangkis berarti ikut menjaga harapan anak-anak yang sedang meniti masa depan melalui olahraga.

Namun, perjalanan memimpin PBSI Kota Pekalongan tentu tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan yang pernah dihadapinya adalah kesenjangan antar klub yang berada di wilayah Kota Pekalongan, ditambah kebutuhan pendanaan jangka panjang untuk pembinaan.

Dalam posisi sebagai ketua umum, Lugman memilih tidak menjadikan perbedaan sebagai sekat.

“Klub adalah bagian dari anak-anak kita yang harus selalu kita perlakukan dengan penuh kasih sayang. Maka bermusyawarah, diskusi itu solusinya,” ujarnya.

Musyawarah dan komunikasi menjadi jalan yang ia pilih untuk mencari titik temu. Sebab, tujuan akhirnya bukan memenangkan satu klub atas klub lainnya, melainkan membangun ekosistem bulutangkis yang sehat agar anak-anak Pekalongan mempunyai ruang tumbuh yang sama.

Lebih jauh, Lugman menyimpan harapan besar terhadap masa depan bulutangkis Kota Pekalongan. Ia ingin daerah ini kembali melahirkan pemain-pemain tangguh sebagaimana pernah terjadi pada era Yuni Kartika dan Antonius.

Namun, ada cita-cita yang lebih luas dari sekadar melahirkan juara.

Lugman ingin bulutangkis menjadi ruang yang mampu mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Lapangan tidak hanya menjadi tempat mengejar kemenangan, tetapi juga tempat membangun persahabatan, membuka komunikasi, dan memperkuat kebersamaan.

“Dengan sarana olahraga bulutangkis bisa menyatukan masyarakat Kota Pekalongan, saling bersinergi, hidup rukun, bersama-sama membangun Kota Pekalongan yang kita cintai dan banggakan,” pungkasnya.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Lugman Wahyuning Hidayat kota pekalongan