MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Dorong UMKM, Transaksi Capai Rp500 Juta per Hari

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 10:14 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi saat mengunjungi salah satu stand Pameran Serambi Nusantara
Gubernur Ahmad Luthfi saat mengunjungi salah satu stand Pameran Serambi Nusantara

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan syiar keagamaan. Gelaran nasional tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian, khususnya bagi pelaku UMKM dan usaha daerah.

 
Salah satu dampak ekonomi itu terlihat dari aktivitas transaksi di Pameran Serambi Nusantara yang digelar dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI 2026. Nilai transaksi produk UMKM dan usaha daerah di pameran tersebut tercatat hampir mencapai Rp500 juta per hari.
 
Informasi tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau Pameran Serambi Nusantara di kawasan parkir Simpang Lima atau eks E-Plaza Semarang, Senin, 14 September 2026.
 
“Per hari hampir Rp500 juta pendapatan yang dihasilkan oleh mereka. Artinya, kalau satu minggu sudah berapa. Bagus sekali,” kata Ahmad Luthfi seusai berkeliling di area pameran.
 
Menurut Luthfi, tingginya transaksi menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Semarang memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah.
 
Kehadiran ribuan peserta, kafilah, pendamping, serta masyarakat tidak hanya meningkatkan aktivitas di lokasi perlombaan, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi di berbagai stan UMKM yang mengikuti Pameran Serambi Nusantara.
 
Baca Juga: Pameran Serambi Nusantara MTQ Nasional XXXI Hadirkan UMKM Papua hingga Lombok
 
150 Stan Ramaikan Pameran Serambi Nusantara
 
Sebanyak 150 stan ambil bagian dalam Pameran Serambi Nusantara yang berlangsung pada 12-19 September 2026.
 
Stan tersebut terdiri atas 24 stan provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian, dan 14 stan mandiri.
 
Beragam produk ditawarkan kepada pengunjung. Mulai dari makanan dan oleh-oleh khas daerah, kain tradisional, kerajinan, fesyen, aksesori, hingga berbagai produk kreatif unggulan dari daerah di Indonesia.
 
Saat meninjau pameran, Ahmad Luthfi terlihat menyambangi sejumlah stan untuk melihat langsung produk yang dipasarkan para pelaku usaha.
 
Kehadiran Gubernur Jawa Tengah tersebut juga menarik perhatian pengunjung dan pelaku UMKM. Sejumlah warga bahkan bergantian meminta foto bersama dan mengabadikan momen menggunakan telepon genggam.
 
Namun, di balik kemeriahan pameran, terdapat aktivitas ekonomi yang menjadi salah satu dampak penting penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI, yakni mempertemukan produk daerah dengan konsumen secara langsung.
 
“Ini membuktikan bahwa melalui MTQ, UMKM ikut tumbuh dan berkembang. Mereka yang berasal dari berbagai provinsi serta kabupaten/kota dapat bertemu, sehingga kita bersama-sama merasakan perputaran ekonomi di wilayah Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
 
Produk Papua Tengah Diserbu Pengunjung
 
Dampak positif Pameran Serambi Nusantara juga dirasakan langsung oleh peserta dari luar Jawa. Salah satunya Sekretaris I Dekranasda Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Lintje Siwabessy Paiman.
 
Ia mengatakan, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap berbagai produk yang dibawa dari Papua Tengah.
 
Bahkan, menurut Lintje, stan Papua Tengah sudah ramai sejak hari pertama pameran.
 
“Hari pertama kami sampai kewalahan. Mungkin masyarakat ingin melihat apa saja yang dibawa oleh teman-teman dari Papua,” katanya.
 
Bagi pelaku UMKM, ramainya pengunjung tidak hanya berarti peningkatan penjualan. Pameran juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dari berbagai daerah, membangun jejaring usaha, dan membuka peluang pasar baru.
 
Interaksi antara pelaku usaha dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota juga berpotensi menciptakan kerja sama yang dapat berlanjut setelah pelaksanaan MTQ Nasional XXXI selesai.
 
MTQ Nasional XXXI Beri Efek Ekonomi
 
Pameran Serambi Nusantara menjadi salah satu bagian dari rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang. Pameran berlangsung pada 12-19 September 2026 dengan menghadirkan produk unggulan dari berbagai daerah.
 
Perputaran transaksi yang hampir mencapai Rp500 juta per hari menunjukkan bahwa agenda berskala nasional seperti MTQ dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
 
Dengan demikian, pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tidak hanya meninggalkan jejak dalam bidang keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang, memperluas pasar, dan memperkenalkan produk daerah kepada masyarakat.
 
Lantunan ayat suci Al Quran yang menggema selama MTQ Nasional XXXI di Semarang pun memiliki dampak lain di luar arena perlombaan: menggerakkan perputaran ekonomi, mempertemukan produk daerah dengan pasar, dan membuka peluang bagi UMKM untuk tumbuh. (*)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
MTQ Nasional XXXI 2026 pameran umkm mtq MTQ jateng Ahmad Luthfi