MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Berdampak ke Ekonomi, Transaksi UMKM Capai Rp2,4 Miliar

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 09:17 WIB
Gubenur Ahmad Luthfi hadir dalam  penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026) malam.
Gubenur Ahmad Luthfi hadir dalam penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026) malam.

 METROPEKALONGAN.COM, Semarang - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Selama rangkaian pelaksanaannya di Kota Semarang, MTQ Nasional 2026 juga dinilai membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, selama sembilan hari pelaksanaan MTQ Nasional XXXI, pesan-pesan Al-Qur’an turut hadir di ruang publik hingga media sosial.

Menurut Luthfi, keberadaan konten positif tersebut menjadi bagian penting di tengah derasnya arus informasi digital yang juga diwarnai disinformasi dan ujaran kebencian.

“Sembilan hari kita telah bersama dalam suasana penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi di seluruh pelosok Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia dan dunia, sehingga hari ini terasa tenteram, aman, dan damai. Media sosial pun dipenuhi oleh MTQ selama sembilan hari,” kata Ahmad Luthfi saat penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026) malam.

MTQ Nasional 2026 Bawa Pesan Positif ke Ruang Digital

Luthfi mengatakan, masyarakat membutuhkan lebih banyak narasi yang membawa pesan kebenaran dan kesejukan di tengah perkembangan informasi digital. Ia berharap momentum MTQ Nasional XXXI dapat mendorong masyarakat untuk lebih banyak menyebarkan konten yang positif dan menyejukkan.

“Dengan MTQ, semua kembali kepada hal-hal yang benar, menceritakan hal-hal yang benar,” ujarnya.

Menurut Luthfi, suasana tersebut juga dirasakan masyarakat di berbagai daerah di Jawa Tengah selama penyelenggaraan MTQ Nasional. “Hikmahnya di Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota selama sembilan hari adem tenteram, tidak ada kasak-kusuk terkait MTQ,” katanya.

MTQ Nasional XXXI Gerakkan Ekonomi UMKM

Selain membawa dampak sosial, MTQ Nasional XXXI juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya terlihat dari perputaran transaksi pada pameran UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian MTQ Nasional 2026 di Semarang.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat, pameran yang berlangsung pada 12–19 September 2026 tersebut melibatkan 150 tenant UMKM dan menghasilkan transaksi sekitar Rp2,4 miliar. Angka tersebut terdiri atas transaksi retail Rp2,385 miliar dan transaksi order sekitar Rp23,65 juta.  Selain transaksi penjualan, pameran tersebut juga menghasilkan kontrak bisnis antarpelaku usaha dengan nilai mencapai Rp7,54 miliar.

Hal itu menunjukkan bahwa MTQ Nasional tidak hanya menjadi agenda keagamaan dan perlombaan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk serta membangun jaringan bisnis.

MTQ Nasional 2026 Hadirkan Suasana Religius di Semarang

Selama penyelenggaraan, masyarakat dari berbagai daerah turut menyaksikan secara langsung sejumlah perlombaan MTQ Nasional XXXI. Antusiasme warga terlihat pada babak final cabang seni baca Al-Qur’an di Lapangan Simpang Lima Semarang. Ribuan penonton tetap bertahan hingga malam untuk menyaksikan para finalis melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

MTQ Nasional XXXI 2026 sendiri berlangsung pada 12–19 September 2026 dengan berbagai cabang perlombaan yang tersebar di sejumlah lokasi di Kota Semarang.

Menteri Agama: Tugas Belum Selesai Setelah MTQ

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jateng, atas penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

Menurut Nasaruddin, berakhirnya kompetisi MTQ bukan berarti tugas peserta dan masyarakat selesai. Nilai-nilai Al-Qur’an justru harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah ini seluruh kafilah akan kembali ke daerah masing-masing. Tugas kita tidak selesai setelah MTQ ini selesai, tapi ada tugas yang lebih mulia yaitu membawa cahaya Al-Qur’an ke dalam kehidupan nyata,” kata Nasaruddin.

Sementara itu, Taj Yasin menegaskan bahwa pembinaan Al-Qur’an di Jawa Tengah akan terus dilakukan setelah MTQ Nasional XXXI berakhir. Pembinaan tersebut mencakup kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al-Qur’an.

MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah tidak hanya meninggalkan catatan prestasi dari sisi perlombaan, tetapi juga menghadirkan aktivitas ekonomi, mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah, serta mendorong penyebaran pesan-pesan positif di ruang publik dan digital. (*)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
MTQ Nasional XXXI 2026. MTQ Nasional Berdampak ke Ekonomi penutupan MTQ jawa tengah Ahmad Luthfi