METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kabar duka menyelimuti Desa Gringsing, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Ananda Berliana Nur Iswari, 24, karyawan sebuah pabrik di kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Korban meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan truk di kawasan Pantura, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kecelakaan maut itu terjadi di kawasan Industropolis Batang, tepatnya wilayah Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing. Ananda yang mengendarai Honda Beat G-4845-BL meninggal dunia di lokasi setelah terlindas roda belakang truk Hino B-9267-CEU.
Bripka Wahyu Trisnanto dari Pos Luwes mengatakan, informasi awal mengenai kecelakaan diperoleh dari seorang satpam yang berada di sekitar lokasi dan melihat kejadian tersebut.
Menurut keterangan saksi, truk Hino melaju dari arah barat di lajur kanan dengan kecepatan sedang. Saat itu, sepeda motor yang dikendarai Ananda berada di belakang truk.
Baca Juga: Rawan Kebakaran, Warga Kuryos Dilatih Jinakkan Api
Baca Juga: PKK Kota Pekalongan Tak Sekadar Kumpul, Administrasi Diperkuat
Ketika kendaraan tiba di sebuah persimpangan, korban diduga berusaha menyalip truk dari sisi kiri. Setelah itu, sepeda motor bergerak memotong jalur untuk berbelok ke arah selatan atau kanan.
Jarak yang sudah terlalu dekat membuat pengemudi truk tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Benturan pun terjadi dan korban terjatuh hingga terlindas roda kiri belakang truk.
“Diduga korban mengira truk juga akan belok kanan sehingga langsung memotong jalan,” kata Bripka Wahyu Trisnanto.
Akibat kecelakaan tersebut, Ananda mengalami luka berat pada bagian paha dan perut. Nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Sementara itu, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban dilaporkan tidak mengalami kerusakan berarti.
Baca Juga: Eks Anak Buah Yaqut Ungkap Jejak Fee Haji Jadi Fortuner Hingga Rumah Mewah
Baca Juga: Balgis Minta Santri Jadi Contoh Peduli Sampah
Ananda diketahui bekerja sebagai admin di salah satu pabrik sepatu yang berada di kawasan KITB.
Di lingkungan tempat tinggalnya, perempuan tersebut dikenal sebagai sosok yang ramah dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja.
Didik, salah seorang tetangga korban, mengatakan Ananda dikenal sebagai pribadi baik dan tidak banyak tingkah.
Rutinitasnya sehari-hari juga sederhana, yakni berangkat bekerja pada pagi hari dan kembali ke rumah setelah menyelesaikan pekerjaan.
“Kesehariannya hanya berkutat dengan pekerjaan. Berangkat pagi dan pulang sore,” ujar Didik.
Kabar kecelakaan tersebut sontak membuat keluarga dan warga sekitar terkejut. Suasana duka semakin terasa ketika jenazah korban tiba di rumah.
Ibu korban bahkan sempat histeris sebelum akhirnya ditenangkan oleh keluarga dan kerabat.
Ananda merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Nur Fuad dan Nora. Kepergian mendadak tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Gringsing yang mengenalnya.
Jenazah Ananda kemudian dimakamkan pada Minggu (20/9/2026). Puluhan warga ikut mengantarkan korban ke tempat peristirahatan terakhir. (han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com