Jepang Mencari Tenaga Kerja Pengemudi, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:29 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi  saat menerima audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka dan Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori di ruang kerja gubernur, Kota Semarang, Senin (21/9/2026).
Gubernur Ahmad Luthfi  saat menerima audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka dan Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori di ruang kerja gubernur, Kota Semarang, Senin (21/9/2026).

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang - 3EEE Inc Japan membuka peluang untuk tenaga kerja Jawa Tengah khususnya pengemudi, sejak bangku pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan sektor transportasi Jepang yang tengah menghadapi kekurangan pekerja.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, persiapan tenaga kerja yang akan bekerja di Jepang perlu dilakukan sejak pendidikan vokasi dan kejuruan. Selain menguasai keterampilan teknis, calon pekerja juga harus memiliki kemampuan bahasa Jepang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

“Nanti dinas pendidikan sama dinas tenaga kerja didiskusikan dengan 3EEE ini,” kata Luthfi  saat menerima audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka dan Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori di ruang kerja gubernur, Kota Semarang, Senin (21/9/2026).

Menurut Luthfi, Pemprov Jawa Tengah membuka peluang kerja sama dengan 3EEE untuk menyiapkan pendidikan bahasa sekaligus meningkatkan kompetensi calon pekerja. Langkah tersebut diharapkan membuat kemampuan tenaga kerja Jawa Tengah sesuai dengan standar perusahaan dan kebutuhan industri transportasi Jepang.

Calon Pengemudi Dibekali Berbagai Kompetensi

Persiapan calon pekerja tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa Jepang. Mereka juga akan dibekali keterampilan teknis sebagai pengemudi.

Materi pelatihan antara lain mencakup keselamatan transportasi, eco-driving, pemahaman terhadap regulasi, hingga kemampuan memberikan pelayanan kepada penumpang.

Dengan pembekalan tersebut, tenaga kerja yang dikirim ke Jepang diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan jumlah pekerja, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar pekerjaan di negara tujuan.

Peluang tersebut juga didukung oleh meningkatnya jumlah pekerja migran asal Jawa Tengah yang ditempatkan di Jepang.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, jumlah pekerja yang ditempatkan ke Jepang meningkat dari 3.760 orang pada 2024 menjadi 5.712 orang pada 2025. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 52 persen.

Peningkatan itu menunjukkan Jepang menjadi salah satu negara tujuan penempatan tenaga kerja asal Jawa Tengah. Namun, Ahmad Luthfi menekankan bahwa peningkatan jumlah pekerja harus diikuti dengan kesiapan kompetensi.

Pemerintah Dinilai Penting dalam Penempatan Pekerja

Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori mengatakan, keterlibatan pemerintah diperlukan untuk membangun mekanisme penempatan tenaga kerja yang jelas dan memberikan kepastian bagi calon pekerja.

“Program seperti ini perlu dijalankan bersama dengan pemerintah. Kalau pemerintah tidak ikut terlibat, akan sulit menentukan aturan atau mekanismenya,” kata Mori.

Menurut dia, pemerintah juga memiliki peran dalam menjembatani informasi mengenai visa dan berbagai ketentuan bagi pekerja asing yang hendak bekerja di Jepang.

3EEE berharap komunikasi dengan pemerintah dapat terus dilakukan untuk menyusun skema kerja sama penempatan tenaga kerja yang lebih baik.

“Karena sekarang kami memperoleh kesempatan seperti ini, ke depan kami ingin bertukar pendapat dengan berbagai pihak di pemerintahan dan bersama-sama membangun skema yang lebih baik,” ujarnya.

Mori menambahkan, kebutuhan tenaga kerja di Jepang terus meningkat seiring kondisi kekurangan pekerja yang sedang dihadapi negara tersebut.

“Kekurangan tenaga kerja memang merupakan kondisi yang sedang terjadi sekarang. Karena itu, pembahasan seperti ini perlu dilakukan dan diputuskan secepat mungkin,” katanya.

Populasi Jepang Menurun, Kebutuhan Pekerja Meningkat

CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja di Jepang tidak terlepas dari perubahan demografi negara tersebut.

Ia menyebut populasi Jepang yang saat ini sekitar 120 juta jiwa diperkirakan turun menjadi kurang dari 100 juta jiwa setelah 2040. Pada saat yang sama, sekitar 40 persen penduduk Jepang diproyeksikan berada dalam kelompok lanjut usia.

Kondisi demografi tersebut menjadi tantangan bagi Jepang dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.

Bagi Indonesia, termasuk Jawa Tengah, kondisi tersebut membuka peluang untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja Jepang.

Tanaka juga menilai pengalaman bekerja di Jepang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pekerja Indonesia. Selain memperoleh penghasilan, pekerja dapat membawa pulang pengalaman, pengetahuan, serta praktik kerja yang diperoleh selama bekerja di Jepang.

“Setelah memperoleh pengalaman di Jepang, mereka dapat membawa pulang pengetahuan maupun praktik maju dari Jepang dan memanfaatkannya untuk pembangunan Indonesia di masa depan,” kata Tanaka.

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Peluang Kerja Jepang Tenaga Kerja jateng Tenaga Kerja Pengemudi 3EEE Inc Japan Gubernur Ahmad Luthfi