METROPEKALONGAN.COM, Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang.
Kepastian tersebut disampaikan Faiz setelah ratusan warga mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG dan harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Menurut Faiz, Pemkab Batang telah memastikan ketersediaan obat, tempat tidur, tenaga medis, serta fasilitas pendukung lainnya untuk menangani para korban.
“Stok obat saya pastikan cukup untuk menangani korban keracunan MBG. Tempat tidur pasien juga tersedia, meski harus ditempatkan di selasar Ruang Wijayakusuma dan Diklat,” ujar Faiz.
Faiz mengungkapkan jumlah warga yang terdampak dugaan keracunan MBG masih berpotensi bertambah. Data awal hingga Rabu (23/9/2026) malam mencatat sebanyak 276 orang telah mendapatkan penanganan medis.
Jumlah tersebut kemudian bertambah pada Kamis pagi. Saat itu, pemerintah daerah memperkirakan jumlah korban dapat mencapai sekitar 300 orang.
Korban dugaan keracunan MBG di Batang berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita berusia 10 bulan hingga lanjut usia.
“Pasien yang dirawat tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, seperti puskesmas maupun rumah sakit. Di RSUD Batang 46, RSUD Limpung 41, dan ratusan lainnya di beberapa puskesmas,” katanya.
Perkembangan data pada hari yang sama kemudian menunjukkan jumlah korban terus meningkat. Pemkab Batang pada Kamis melaporkan 411 orang terdampak, sehingga angka tersebut masih menjadi bagian dari proses pembaruan data penanganan.
Pemkab Batang Koordinasi dengan BGN
Selain memastikan penanganan medis korban, Pemkab Batang juga melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Faiz mengatakan dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, terkait langkah penanganan dan evaluasi SPPG.
“Saya langsung telepon beliau dan diarahkan untuk melakukan audit terhadap SPPG terkait, serta monitoring terhadap seluruh SPPG. Jika memang perlu ditutup, maka akan ditutup,” tegasnya.
Pemkab Batang dan BGN kemudian melakukan pengecekan terhadap SPPG yang terkait dengan distribusi MBG di Kecamatan Bawang. Pemerintah daerah juga melaporkan adanya temuan terkait prosedur operasional dalam proses penyediaan makanan.
Penyebab Keracunan MBG Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Meski telah meninjau langsung kondisi para korban, Faiz belum dapat memastikan penyebab dugaan keracunan MBG tersebut.
Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui sumber atau penyebab pasti munculnya gejala pada para korban.
“Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk menentukan sumber keracunannya,” kata Faiz.
Dengan demikian, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat disimpulkan. Pemerintah masih melakukan pemeriksaan dan investigasi sambil memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis.
Pemkab Batang menegaskan penanganan korban menjadi prioritas, termasuk memastikan ketersediaan obat, tenaga medis, tempat perawatan, dan ambulans untuk mengantisipasi adanya pasien tambahan. (dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto