METROPEKALONGAN.COM, Semarang -Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggagas Program Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia dari Jawa Pos Radar Semarang.
Penghargaan tersebut diberikan atas inisiatif program pendidikan yang membuka akses sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Penghargaan itu diterima langsung oleh Ahmad Luthfi dalam acara Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 di Patra Semarang Hotel and Convention, Jumat (25/9/2026).
Program Sekolah Kemitraan merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk memperluas akses pendidikan melalui kerja sama dengan sekolah swasta.
Melalui program ini, siswa dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan dengan biaya yang ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah.
Sekolah Kemitraan Buka Akses Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu
Program Sekolah Kemitraan hadir untuk membantu mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Jawa Tengah. Pemerintah memanfaatkan kapasitas sekolah swasta agar lebih banyak lulusan SMP sederajat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Tengah menyediakan sekitar 231.724 kursi. Sementara itu, jumlah lulusan SMP sederajat diperkirakan mencapai 567.500 siswa.
“Keberhasilan mendapatkan suatu piagam penghargaan bukan tujuan utama. Tetapi bagaimana penghargaan itu bisa memacu kita untuk membuat terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Luthfi.
Ia menjelaskan, Program Sekolah Kemitraan dirancang untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka kemiskinan melalui sektor pendidikan.
“Sekolah Kemitraan ini memang kita gagas dan mungkin baru satu-satunya di Indonesia, bagaimana kita mereduksi angka kemiskinan dari sekolah,” ujarnya.
Menurut Luthfi, keterhubungan antara sekolah vokasi dan perusahaan diperlukan agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Akan kita tambah lagi. Di tempat kita itu banyak sekolah vokasi. Kita tempelkan di perusahaan. Supaya pendidikan bisa dinikmati masyarakat, bisa mengubah hidup mereka sehingga bisa sejahtera,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga membuka peluang kerja dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program Sekolah Kemitraan menjadi salah satu upaya Pemprov Jateng untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
Dalam Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah kepala daerah dari Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Magelang. (*)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto