Gibran Kunjungi Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Minta Investigasi Dipercepat

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 14:38 WIB
Wapres Gibran Temui Pasien keracunan MBG, dalam kesempatan tesebut Wapres Minta Investigasi Dipercepat (ist)
Wapres Gibran Temui Pasien keracunan MBG, dalam kesempatan tesebut Wapres Minta Investigasi Dipercepat (ist)

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi sejumlah pasien yang terdampak dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).

Gibran datang untuk memastikan kondisi para korban mendapat penanganan medis secara optimal sekaligus mengetahui perkembangan investigasi dugaan keracunan MBG yang terjadi di Kecamatan Bawang.

Dalam kunjungannya, Gibran menyapa pasien dan berdialog dengan keluarga yang masih menjalani pendampingan di fasilitas kesehatan. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan hingga pulih.

Gibran juga meminta proses investigasi dilakukan secara cepat dan transparan serta pengawasan terhadap keamanan pangan dalam program MBG diperkuat.

Gibran datang bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan. Rombongan meninjau penanganan pasien di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Limpung dan Puskesmas Bawang.

Baca Juga: Keracunan MBG di Bawang Tembus 674 Kasus, Wapres Sampaikan Permintaan Maaf, Guru Trauma Melebihi Covid

Dugaan Keracunan MBG Batang Capai Ratusan Penerima

Kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang terus mendapatkan penanganan pemerintah. Data yang dilaporkan pada perkembangan terbaru menunjukkan jumlah penerima manfaat yang mengalami gejala kesehatan telah mencapai ratusan orang.

Salah satu laporan pada Senin (28/9/2026) menyebut jumlah penerima manfaat terdampak mencapai 674 orang. Sebagian pasien telah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang, sementara sebagian lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Keluhan yang dilaporkan antara lain pusing, mual, diare, dan sakit perut. Penerima manfaat yang terdampak berasal dari sejumlah kelompok, termasuk peserta didik serta penerima manfaat lainnya.

Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah gejala tersebut berkaitan dengan makanan yang disalurkan melalui program MBG.

Sampel Makanan hingga Spesimen Pasien Diperiksa

Proses investigasi dugaan keracunan MBG di Batang masih berlangsung. Petugas kesehatan mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Sampel yang diperiksa meliputi makanan, bahan makanan, air, serta spesimen dari pasien. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu mengidentifikasi sumber munculnya gangguan kesehatan.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi sanitasi lingkungan, peralatan yang digunakan, alat pelindung diri, serta dokumen dan prosedur yang diterapkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Keracunan MBG di Batang: Telur Dimasak Sejak Malam, Kepala Dapur Langsung Dicopot

Dengan pemeriksaan tersebut, pemerintah belum menyimpulkan penyebab pasti kasus yang terjadi di Kecamatan Bawang. Hasil laboratorium menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Kondisi Pasien Mulai Menunjukkan Perbaikan

Sejumlah pasien yang masih menjalani perawatan dilaporkan menunjukkan perkembangan positif. Tim medis terus melakukan pemantauan, termasuk memastikan kondisi pasien tetap terhidrasi dan memasuki tahap pemulihan.

Dokter tetap melakukan evaluasi sebelum pasien diperbolehkan meninggalkan fasilitas kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasien benar-benar stabil.

Gibran dalam kunjungannya juga meminta agar korban mendapatkan pelayanan kesehatan hingga pulih dan keluarga memperoleh kepastian selama proses penanganan berlangsung.

SPPG Bawang Disuspend Selama 30 Hari

Sebagai langkah sementara, operasional SPPG Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang dihentikan selama 30 hari. Keputusan tersebut diambil setelah ratusan penerima manfaat MBG dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan.

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan status suspend berat terhadap SPPG tersebut. Kepala SPPG Bawang juga dicopot menyusul temuan dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

Penghentian selama 30 hari tersebut masih dapat berkembang menjadi penghentian operasional permanen apabila hasil investigasi dan evaluasi menemukan pelanggaran yang memenuhi ketentuan.

Evaluasi tidak hanya diarahkan pada SPPG Bawang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.

Baca Juga: Bupati Batang Pastikan Biaya Pengobatan Korban Keracunan MBG Ditanggung Pemkab

Gibran Minta Investigasi Keracunan MBG Batang Dituntaskan

Kunjungan Gibran ke Batang menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan korban berjalan maksimal sekaligus mempercepat proses investigasi.

Ada empat hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut, yakni penanganan kesehatan korban, kepastian bagi keluarga, percepatan investigasi, serta penguatan pengawasan keamanan pangan.

Pemerintah kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menetapkan penyebab pasti dugaan keracunan MBG di Batang. Hasil investigasi nantinya diharapkan menjadi dasar evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (*)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan Keracunan MBG di Batang wapres gibran keracunan mbg Gubernur Ahmad Luthfi