Donor Darah Jadi Amal Kemanusiaan, Ahmad Luthfi Apresiasi 2.348 Pendonor Jateng

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:13 WIB

 

Gubernur Ahmad Luthfi hadir dalam temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)
Gubernur Ahmad Luthfi hadir dalam temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang - Sebanyak 2.348 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah menerima penghargaan atas dedikasi mereka dalam membantu sesama. Penghargaan tersebut diberikan kepada pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 50 kali dan 75 kali.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi konsistensi para pendonor yang dinilai menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Hal itu disampaikan Luthfi dalam acara Temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026).

Menurut Luthfi, mendonorkan darah bukan sekadar membantu pasien yang membutuhkan transfusi, tetapi juga merupakan bentuk amal dan kepedulian terhadap sesama.

“Bagi siapa pun yang memberikan darah kepada yang membutuhkan, ini merupakan suatu bentuk perwujudan amal, charity, yang diberikan dengan tulus,” kata Luthfi.

Ia menilai, para pendonor yang secara konsisten menyumbangkan darahnya telah berkontribusi dalam mendukung pelayanan kesehatan di Jawa Tengah. Manfaat dari aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga keluarga dan masyarakat.

Luthfi berharap semangat donor darah sukarela terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada para pendonor yang telah mencapai 50 kali maupun 75 kali donor darah.

Gubernur Ahmad Luthfi hadir dalam temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)
Gubernur Ahmad Luthfi hadir dalam temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

 

 

Dalam kegiatan Temu Donor Darah Sukarela 2026 tersebut, sebanyak 2.348 pendonor menerima penghargaan atas kontribusi mereka.

Rinciannya, sebanyak 1.742 orang telah mencapai 50 kali donor darah, sedangkan 605 orang lainnya telah mendonorkan darah sebanyak 75 kali.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen para pendonor dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang menjalani perawatan medis.

Selain memberikan apresiasi, Luthfi juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem pendataan dan verifikasi pendonor darah sukarela di Jawa Tengah.

Ia meminta agar pencatatan dilakukan secara lebih akurat sehingga seluruh kontribusi pendonor dapat terdata dengan baik. Dengan demikian, tidak ada pendonor yang telah berulang kali menyumbangkan darahnya tetapi justru terlewat dalam pendataan.

Luthfi mengungkapkan, dirinya menerima masukan dari seorang pendonor asal Purworejo yang telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali sejak 1980. Namun, jumlah donasi darah tersebut belum seluruhnya tercatat dalam data.

“Tidak boleh sampai ada masyarakat yang melakukan donor terlewatkan datanya, meskipun itu sukarela,” tegasnya.

Produksi Darah PMI Jawa Tengah Capai 17 Ribu Kantong per Bulan

Sementara itu, produksi darah dari seluruh Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) di Jawa Tengah tercatat mencapai sekitar 17 ribu kantong per bulan hingga Juni 2026.

Pada periode tersebut, ketersediaan darah dinyatakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Darah yang disumbangkan oleh para pendonor selanjutnya dikelola melalui Unit Donor Darah untuk memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi darah.

Keberadaan pendonor sukarela menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan stok darah, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi untuk mendukung penanganan medis.

Melalui kegiatan Temu Donor Darah Sukarela 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah terus meningkat. Selain itu, perbaikan pendataan pendonor diharapkan dapat memastikan setiap kontribusi kemanusiaan tercatat secara akurat. (*)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
temu Donor Darah Sukarela 2026 Donor Darah Sukarela 2026 penghargaan pendonor sukarela Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Ahmad Luthfi