243.543 Satlinmas Jateng Dikonsolidasikan, Bukan Hanya Jaga Keamanan tapi Hadapi Hoaks

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 14:38 WIB
Apel Akbar Satlinmas yang digelar di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026). (ist)
Apel Akbar Satlinmas yang digelar di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026). (ist)

 

METROPEKALONGAN.COM, Kab. Semarang - Sebanyak 243.543 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Jawa Tengah dikonsolidasikan untuk memperkuat peran mereka di tengah masyarakat.

Tidak hanya menjaga ketertiban, Satlinmas juga didorong untuk lebih tanggap terhadap bencana, mendukung ketahanan pangan, menjaga lingkungan, hingga membantu menangkal penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

Penguatan tersebut dilakukan dalam Apel Akbar Satlinmas yang digelar di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menggaungkan semangat “Hansip Reborn”. Konsep ini menjadi upaya untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat dengan pola kerja yang lebih profesional, terkoordinasi, dan menyesuaikan tantangan zaman.

Sebanyak 243.543 anggota Satlinmas tersebut tersebar di 8.562 desa dan kelurahan di Jawa Tengah. Posisi mereka dinilai strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat paling bawah.

Apel Akbar Satlinmas dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani.

Hadir pula Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal, para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Peran Satlinmas Jateng Semakin Luas

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappidsus), Aris Marsudiyanto, mengatakan keberadaan hansip memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Seiring perkembangan zaman, hansip kemudian bertransformasi menjadi Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Saat ini, peran Linmas tidak lagi sebatas membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Menurut Aris, anggota Linmas juga harus memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, mendukung ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan hidup, serta membantu mengawal berbagai program pemerintah di tengah masyarakat.

“Linmas di manapun untuk selalu menjaga ketertiban umum, tanggap terhadap bencana, menjaga ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan hidup, hingga mengawal program pemerintah sehingga hasilnya memuaskan,” kata Aris.

Satlinmas Diminta Waspadai Hoaks dan Ujaran Kebencian

Selain persoalan keamanan dan kebencanaan, Satlinmas juga menghadapi tantangan baru akibat derasnya arus informasi di media sosial.

Aris meminta anggota Satlinmas tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, termasuk hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Dalam Apel Akbar Satlinmas tersebut juga dicanangkan Gerakan Nasional Jempol Baik.

Gerakan tersebut mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dengan membiasakan diri memeriksa dan menyaring informasi sebelum membagikannya.

“Mari kita bina, kita bimbing, kita biasakan kepada seluruh masyarakat, anak-anak, saudara-saudara, dan keluarga kita menggunakan jempolnya dengan baik. Saring dulu setiap ada berita, jangan langsung di-share,” ujarnya.

Aris juga mengingatkan agar informasi atau komentar buruk di media sosial tidak dibalas dengan keburukan serupa. Masyarakat justru didorong untuk menghadirkan informasi serta respons yang positif.

Peran tersebut dinilai penting karena anggota Satlinmas berada langsung di tengah masyarakat. Mereka dapat menjadi bagian dari edukasi warga agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu dan provokasi di media sosial.

Jateng Punya 75.738 Anggota Aslinmas

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada asosiasi Linmas (Aslinmas) dengan jumlah anggota terbanyak.

Jawa Tengah menempati posisi pertama secara nasional dengan 75.738 anggota Aslinmas.

Di tingkat kabupaten, jumlah anggota Aslinmas terbanyak di Jawa Tengah antara lain berasal dari Kabupaten Semarang dengan 32.854 anggota, disusul Kabupaten Brebes dengan lebih dari 24 ribu anggota.

Berikutnya Kabupaten Wonosobo dengan 5.087 anggota, Kabupaten Boyolali sebanyak 2.703 anggota, dan Kabupaten Batang sebanyak 2.458 anggota.

Ahmad Luthfi Dorong Konsep Hansip Reborn

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan konsep “Hansip Reborn” bukan sekadar menghidupkan kembali istilah hansip yang dikenal masyarakat pada masa lalu.

Menurut Luthfi, semangat tersebut diarahkan untuk memperkuat kembali gotong royong masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menyesuaikan pola kerja dengan tantangan saat ini.

“Tugas utamanya memang menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, tapi sekarang lebih jauh dari itu. Kita ingin kekuatan 243 ribu lebih Satlinmas di Jateng yang selama ini sudah bekerja di tengah warga semakin solid, semakin siap, dan semakin cepat merespons ketika masyarakat membutuhkan,” kata Luthfi.

Ia menegaskan, penguatan Satlinmas tidak hanya menjadi tanggung jawab para anggotanya. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota juga perlu memberikan dukungan agar Satlinmas dapat menjalankan tugas secara optimal.

Dengan jumlah mencapai lebih dari 243 ribu personel yang tersebar hingga tingkat desa dan kelurahan, Satlinmas Jawa Tengah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sehari-hari.

Mulai dari menjaga ketertiban lingkungan, membantu penanganan bencana, mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan, hingga ikut membangun ketahanan masyarakat terhadap hoaks dan informasi yang dapat memicu perpecahan. (*)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Hansip Reborn Satlinmas jateng apel satlinmas jawa tengah Ahmad Luthfi