METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Terik matahari tak hanya menjadi ancaman bagi manusia. Satwa penghuni Semarang Zoo juga harus beradaptasi menghadapi cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang.
Manajemen Semarang Zoo pun tak mau mengambil risiko. Berbagai cara dilakukan agar satwa tetap nyaman, sehat, dan tidak mengalami heat stroke. Menu pakan pun dibuat lebih dingin.
Satwa primata mendapat buah beku. Hewan karnivora diberi daging beku. Sementara es batu dimasukkan ke tempat minum satwa herbivora.
Direktur Taman Satwa Semarang Bimo Wahyu Widodo mengatakan, kondisi seluruh satwa dipantau secara manual. Petugas mengamati perubahan perilaku setiap hewan di dalam kandang.
“Kalau nafsu makan turun belum ada,” kata Bimo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (5/10).
Menurut dia, kemampuan satwa menghadapi kenaikan suhu berbeda-beda. Karena itu, perlakuan disesuaikan dengan jenis dan karakter masing-masing satwa. Pasokan air minum juga diperketat. Air diganti setiap tiga jam. Langkah itu dilakukan agar air tetap segar dan tidak berubah panas akibat paparan matahari.
“Air minum satwa kami ganti setiap tiga jam,” ujarnya.
Perlindungan ekstra diberikan kepada satwa yang rentan terhadap panas. Burung, misalnya, dimandikan atau disemprot air secara berkala untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
Kandang gajah juga dilengkapi sprinkler atau shower. Perangkat tersebut dinyalakan pada siang hari. Area kandang disemprot secara berkala agar suhu lingkungan lebih rendah.
Aktivitas satwa pun dikurangi. Jadwal animal show dipangkas untuk mencegah satwa terlalu banyak bergerak di tengah terik matahari.
“Untuk jadwal animal show juga dikurangi untuk mencegah aktivitas berlebih dan terjadinya heat stroke,” jelas Bimo.
Petugas juga melakukan deteksi dini. Satwa yang lebih banyak diam atau menunjukkan frekuensi napas lebih cepat akan segera diperiksa dan mendapat penanganan. Tak hanya mengandalkan air dan pakan dingin. Semarang Zoo juga membenahi lingkungan kandang.
Vegetasi ditata. Pohon-pohon dirapikan dan penanaman pohon baru terus dilakukan untuk menambah area teduh. Suplementasi vitamin juga tetap diberikan setiap pekan untuk menjaga kondisi kesehatan satwa.
Ke depan, perlindungan terhadap cuaca ekstrem bakal dibuat lebih permanen. Semarang Zoo menyiapkan konsep kandang yang lebih adaptif terhadap perubahan cuaca.
Setiap satwa direncanakan memiliki kandang tidur tertutup. Tempat itu menjadi ruang berlindung ketika suhu terlalu panas maupun saat hujan deras.
“Kandang tidur tertutup diharapkan bisa menjadi tempat satwa berlindung ketika kondisi panas ataupun hujan. Jadi, satwa tidak terpapar langsung dengan cuaca di lingkungan,” pungkasnya. (den)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto