Mengenal Apem Kesesi, Makanan Khas Pekalongan yang Jadi Warisan Budaya

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:17 WIB
Apem Kesesi (Foto : Istimewa)
Apem Kesesi (Foto : Istimewa)

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Salah satu makanan khas Pekalongan yang memiliki cita rasa manis legit serta cara pembuatan yang masih mempertahankan tradisi lokal, yakni Apem Kesesi. 

Apem Kesesi berasal dari Dukuh Bantul, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Kudapan ini menjadi salah satu jajanan tradisional yang cukup dikenal masyarakat Pekalongan dan daerah sekitarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat Apem Kesesi sebagai kudapan tradisional yang mulai muncul sekitar tahun 1960-an, antara lain dikaitkan dengan pelaksanaan Khaul Mbah Kiai Gendon. Apem Kesesi kemudian terus dibuat dan diwariskan oleh masyarakat setempat dari generasi ke generasi.

Perbedaan Apem Pekalongan dengan Apem dari Daerah Lain

Meskipun sama-sama bernama apem, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda.

1. Apem Kesesi vs Apem Jawa pada umumnya

Apem di berbagai wilayah Jawa dapat menggunakan kombinasi tepung beras, tepung tapioka, santan, gula merah, tape singkong, maupun ragi. Cara memasaknya pun dapat dilakukan dengan dikukus atau dipanggang.

Sementara itu, Apem Kesesi dikenal dengan penggunaan tepung beras dan gula aren, bentuk yang cenderung pipih, serta penggunaan daun pisang dan peralatan tradisional dalam proses pembuatannya.

2. Apem Kesesi vs Apem Comal

Dalam hal produk, keduanya sebenarnya sangat berkaitan. Sebutan Apem Comal muncul karena Apem Kesesi banyak dipasarkan di kawasan Comal, Kabupaten Pemalang.

Sejumlah sumber bahkan menyebut sebagian besar pembuat Apem Comal berasal dari wilayah Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Karena dipasarkan di Comal, masyarakat kemudian mengenalnya sebagai Apem Comal.


Dengan demikian, istilah Apem Kesesi lebih merujuk pada asal pembuatannya, sedangkan Apem Comal berkaitan erat dengan wilayah pemasarannya.

3. Apem Kesesi vs apem dengan fermentasi tape

Ada pula jenis apem yang menggunakan tape singkong sebagai salah satu bahan utama. Penggunaan tape memberikan rasa dan aroma fermentasi yang lebih kuat.

Sementara karakter Apem Kesesi lebih menonjolkan perpaduan tepung beras dan gula aren dengan rasa manis legit serta aroma khas daun pisang.

Baca Juga: Apem Khas Pekalongan: Sejarah, Bahan, Cara Membuat, dan Perbedaannya dengan Apem Daerah Lain

Apem Kesesi Bukan Sekadar Jajanan Tradisional

Keberadaan Apem Kesesi menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat menjadi bagian dari identitas budaya suatu daerah.

Penetapannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Masyarakat tidak hanya mempertahankan resep, tetapi juga menjaga teknik pembuatan dan tradisi yang menyertainya.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Pekalongan, mencicipi Apem Kesesi dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal kekayaan kuliner lokal.

Dengan bahan sederhana, proses pembuatan tradisional, serta cita rasa manis legit yang khas, Apem Kesesi menjadi salah satu makanan khas Pekalongan yang layak dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Ciri Khas Apem Kesesi

Jika dibandingkan dengan sejumlah jenis apem dari daerah lain, Apem Kesesi mempunyai tampilan dan tekstur yang cukup mudah dikenali.

Apem ini umumnya berbentuk bulat dan relatif pipih, dengan warna kecokelatan yang berasal dari penggunaan gula aren atau gula merah.

Teksturnya cenderung lembut, sedikit kenyal dan legit. Apem yang dianggap baik tidak terlalu lengket di mulut. Pada bagian permukaannya juga dapat terlihat gelembung-gelembung kecil hasil dari proses adonan.

Untuk menambah cita rasa, beberapa pembuat atau penjual menambahkan irisan kelapa di bagian atas apem. Kombinasi rasa manis dari gula aren dan gurih dari kelapa membuat makanan ini cocok disantap bersama teh atau kopi (*)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
makanan tradisional Pekalongan makana khas pekalongan jajanan pekalongan apem pekalongan Apem Kesesi