Pemprov Jateng Matangkan Program Gentengisasi, Kebutuhan Awal Capai 1,1 Juta Keping

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 07:59 WIB

 

Program Gentengisasi Jateng Buka Pasar Baru IKM Genteng Lokal
Program Gentengisasi Jateng Buka Pasar Baru IKM Genteng Lokal

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mematangkan program gentengisasi Jawa Tengah yang ditargetkan mulai diluncurkan pada akhir November 2026. Pada tahap awal, program tersebut diperkirakan membutuhkan sekitar 1,1 juta keping genteng.

Program yang menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) itu tidak hanya diarahkan untuk mendukung pembangunan dan perbaikan rumah. Pemprov Jateng juga menargetkan program gentengisasi dapat membuka pasar baru bagi industri kecil dan menengah (IKM) genteng lokal.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pelaksanaan program disiapkan secara realistis dengan mempertimbangkan kemampuan produksi IKM, distribusi, hingga pembiayaan.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Luthfi dalam rapat pembahasan program gentengisasi bersama jajaran Pemprov Jateng di ruang kerja gubernur, Rabu (7/10/2026).

Dalam rapat tersebut, kebutuhan genteng pada tahap awal dibahas agar disesuaikan dengan kapasitas produksi industri genteng lokal. Salah satu opsi yang muncul adalah memenuhi sekitar 600 ribu keping genteng terlebih dahulu, sementara kebutuhan berikutnya dipenuhi secara bertahap.

Selain memanfaatkan genteng lokal untuk proyek pemerintah, Ahmad Luthfi juga meminta peluang keterlibatan pengembang perumahan dalam program tersebut dikaji.

“Langkah ini dapat memperluas pasar genteng produksi Jawa Tengah, sekaligus mendorong penggunaan produk lokal dalam pembangunan perumahan,” ungkap Luthfi.

Program Gentengisasi Jateng Berpotensi Gerakkan Ekonomi Daerah

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmy, mengatakan besarnya kebutuhan genteng dari berbagai program pemerintah berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Menurutnya, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh produsen genteng, tetapi juga sektor pendukung seperti jasa angkutan dan toko bangunan.

“Kalau potensi ekonomi, pasti ini akan memberikan multiplier effect. Mulai dari UKM-nya sendiri, kemudian angkutan, kemudian toko-tokonya, semua bergerak,” katanya seusai rapat.

July mengatakan program tersebut sekaligus dapat menjadi momentum bagi IKM genteng untuk meningkatkan kapasitas produksi. Namun, pemerintah perlu mengantisipasi apabila permintaan dalam jumlah besar datang secara bersamaan.

“Cuma yang menjadi kendala ini kan karena permintaan itu dalam waktu yang sama. Program pemerintah itu bersamaan,” ujarnya.

Kebutuhan Genteng untuk Program Perumahan Capai Jutaan Keping

Potensi pasar genteng lokal di Jawa Tengah cukup besar. Dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2025, sebanyak 3.257 dari total 7.532 unit rumah menggunakan genteng sebagai penutup atap.

Sementara itu, kebutuhan genteng untuk Program Bedah Rumah 2026 diperkirakan mencapai sekitar 4,7 juta keping.

Besarnya kebutuhan tersebut menjadi peluang bagi IKM genteng lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas produksinya.

Berdasarkan identifikasi Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III, terdapat 21 produsen atau unit usaha genteng tanah liat yang tersebar di sejumlah daerah Jawa Tengah.

Sentra IKM genteng tersebut berada di Banyumas, Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Jepara, Grobogan, Sukoharjo, dan Kabupaten Magelang.

Pemprov Jateng Dorong Standardisasi Produk Genteng Lokal

Untuk memastikan IKM mampu memenuhi kebutuhan pasar, Pemprov Jateng menyiapkan sejumlah langkah peningkatan kualitas dan kapasitas produksi.

Upaya tersebut meliputi pengujian mutu, pendampingan Standar Nasional Indonesia (SNI), pendampingan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), hingga peningkatan kapasitas produksi.

Untuk 21 IKM genteng tersebut, kebutuhan pengujian mutu diperkirakan mencapai Rp20,58 juta. Sementara kebutuhan sertifikasi SNI diperkirakan mencapai Rp220,5 juta.

Dengan demikian, total kebutuhan pembiayaan untuk pengujian mutu dan sertifikasi diperkirakan mencapai Rp241,08 juta.

Bank Jateng telah menyatakan dukungan terhadap pembiayaan tersebut.

Standardisasi diharapkan membuat produk genteng Jawa Tengah tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan program pemerintah, tetapi juga memiliki daya saing untuk masuk ke pasar perumahan yang lebih luas.

Gentengisasi Jateng Disinergikan dengan Program Tiga Juta Rumah

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan program gentengisasi akan disinergikan dengan Program Tiga Juta Rumah.

“Tentu saja kita pemerintah daerah dan seluruh elemen sektoral akan mendukung program Pak Presiden tentang Gerakan ASRI, yaitu gentengisasi, juga akan disinergikan dengan Program Tiga Juta Rumah,” katanya.

Pada tahap awal, pemanfaatan genteng lokal akan diarahkan untuk proyek bedah rumah pemerintah.

Selanjutnya, Pemprov Jateng akan mendorong keterlibatan sektor swasta, khususnya pengembang perumahan, agar turut menggunakan produk genteng lokal dalam proyek pembangunan rumah.

“Kami akan mencoba, barangkali ada pengembang atau developer yang kita dorong untuk ikut juga mendukung program gentengisasi ini dengan memanfaatkan genteng pada proyek-proyek perumahan mereka,” ujarnya.

Program Genteng Jawa Tengah Diluncurkan Akhir November 2026

Program Genteng Jawa Tengah direncanakan diluncurkan pada akhir November 2026. Kebutuhan awal diperkirakan mencapai sekitar 1,1 juta keping genteng.

Pemprov Jateng akan menyesuaikan pemenuhan kebutuhan tersebut dengan kemampuan produksi IKM lokal agar program dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.

Jika terealisasi, program gentengisasi tidak hanya mendukung perbaikan dan pembangunan rumah, tetapi juga berpotensi menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah sentra produksi.

Perputaran ekonomi tersebut dapat dirasakan mulai dari perajin dan IKM genteng, pekerja angkutan, hingga pelaku usaha toko bangunan.

Dengan demikian, program gentengisasi Jawa Tengah diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas penggunaan produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem industri genteng di Jawa Tengah. (*)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
1 juta keping genteng program genteng Jateng IKM genteng Jawa Tengah Program Tiga Juta Rumah Ahmad Luthfi