Ribuan warga tumpah ruah memadati Lapangan Peturen, Selasa malam 26 Mei 2026, menyaksikan Tirto Night Festival (TNF) 2026 yang sukses mengubah tradisi takbir keliling menjadi festival religi penuh kreativitas, cahaya, dan semangat kebersamaan.
Di tengah gema takbir yang bersahut-sahutan, lampion dan replika bernuansa Islami menghiasi sepanjang jalur pawai.
Di tengah gema takbir yang bersahut-sahutan, lampion dan replika bernuansa Islami menghiasi sepanjang jalur pawai.
Anak-anak, pemuda, tokoh agama hingga masyarakat umum larut dalam suasana malam Idul Adha yang hangat dan guyub.
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan Balgis Diab yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengaku salut dengan kekompakan warga Tirto dalam menggelar malam takbiran yang meriah namun tetap tertib.
“Pawai takbir keliling yang dikemas dalam Tirto Night Festival ini sangat luar biasa. Kami mengapresiasi seluruh masyarakat Tirto karena kegiatan ini mampu menghadirkan suasana guyub rukun, mempererat kebersamaan, sekaligus menjadi sarana syiar Islam,” kata Wawalkot Balgis.
Menurutnya, Tirto Night Festival menjadi contoh bagaimana tradisi malam takbiran dapat dikemas lebih kreatif tanpa meninggalkan nilai religius dan ketertiban masyarakat.
Ia pun berharap konsep serupa dapat ditiru wilayah lain di Kota Pekalongan sebagai ruang memperkuat harmoni sosial dan semangat kebersamaan warga.
“Insya Allah kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Pekalongan. Semoga kedepan semakin banyak wilayah yang mengemas malam takbiran dengan kegiatan positif dan penuh kebersamaan,” tambahnya.
Festival yang diinisiasi kolaborasi pemuda lokal, termasuk IPNU-IPPNU Tirto itu mengambil start dari Lapangan Peturen pukul 20.00 WIB.
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan Balgis Diab yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengaku salut dengan kekompakan warga Tirto dalam menggelar malam takbiran yang meriah namun tetap tertib.
“Pawai takbir keliling yang dikemas dalam Tirto Night Festival ini sangat luar biasa. Kami mengapresiasi seluruh masyarakat Tirto karena kegiatan ini mampu menghadirkan suasana guyub rukun, mempererat kebersamaan, sekaligus menjadi sarana syiar Islam,” kata Wawalkot Balgis.
Menurutnya, Tirto Night Festival menjadi contoh bagaimana tradisi malam takbiran dapat dikemas lebih kreatif tanpa meninggalkan nilai religius dan ketertiban masyarakat.
Ia pun berharap konsep serupa dapat ditiru wilayah lain di Kota Pekalongan sebagai ruang memperkuat harmoni sosial dan semangat kebersamaan warga.
“Insya Allah kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Pekalongan. Semoga kedepan semakin banyak wilayah yang mengemas malam takbiran dengan kegiatan positif dan penuh kebersamaan,” tambahnya.
Festival yang diinisiasi kolaborasi pemuda lokal, termasuk IPNU-IPPNU Tirto itu mengambil start dari Lapangan Peturen pukul 20.00 WIB.
Ribuan peserta kemudian berarak menyusuri Jalan Supriyadi, Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Dahlan hingga Gang 9 MIS Tirto sebelum kembali ke titik awal.
Berbeda dari takbir keliling pada umumnya, TNF 2026 menghadirkan parade kreatif dengan miniatur Ka'bah, replika masjid bercahaya LED, hingga ornamen hewan kurban dari bahan daur ulang.
Berbeda dari takbir keliling pada umumnya, TNF 2026 menghadirkan parade kreatif dengan miniatur Ka'bah, replika masjid bercahaya LED, hingga ornamen hewan kurban dari bahan daur ulang.
Efek visual semakin memukau dengan barisan lampion, light stick dan obor elektrik yang menerangi jalur pawai.
Tak hanya memanjakan mata, suasana religius juga terasa kuat lewat tabuhan bedug, rebana pesisir, angklung dan lantunan takbir yang menggema harmonis sepanjang malam, hingga acara berakhir. (han)
Editor : Ida Nor Layla Tak hanya memanjakan mata, suasana religius juga terasa kuat lewat tabuhan bedug, rebana pesisir, angklung dan lantunan takbir yang menggema harmonis sepanjang malam, hingga acara berakhir. (han)
Sumber : Metro Pekalongan