Aaf Ajak Warga Lestarikan Pasar Jajan Gratis Pekalongan

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:52 WIB
MERIAH : Warga Sapuro Kebulen saat menikmati pasar Jajan Gratis di Kampung nya, dengan mengantri salah satu jajan di depan rumah warga, Jumat malam (21/8/2026).(IST)
MERIAH : Warga Sapuro Kebulen saat menikmati pasar Jajan Gratis di Kampung nya, dengan mengantri salah satu jajan di depan rumah warga, Jumat malam (21/8/2026).(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah perubahan zaman, sejumlah kearifan lokal masih bertahan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Pekalongan.

Salah satunya adalah tradisi Pasar Jajan gratis, ketika warga membuka rumah dan menyediakan aneka makanan serta jajanan untuk siapa saja yang datang.

Tradisi tersebut bukan sekadar berbagi makanan. Di balik hidangan yang disajikan secara cuma-cuma, tersimpan nilai gotong royong, keramahan, kebersamaan, hingga semangat mempererat silaturahmi antar masyarakat.

Wali Kota Pekalongan H. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf mengatakan, Pasar Jajan merupakan salah satu kearifan lokal yang masih hidup dan perlu terus dipertahankan.

Tradisi ini memungkinkan siapa saja, baik warga setempat maupun tamu dari luar daerah, untuk datang dan menikmati makanan yang telah disediakan.

“Pasar Jajan ini merupakan salah satu kearifan lokal yang masih hidup di Kota Pekalongan. Siapa saja yang datang dipersilakan mampir dan menikmati makanan yang disediakan warga,” ujar Aaf, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: UMKM Binaan BI KPw Tegal Raup Rp1,18 Miliar di KKI 2026

Baca Juga: Urban Farming Pekalongan Dioptimalkan Jadi Usaha Berkelanjutan

Menurut Aaf, tradisi Pasar Jajan juga memiliki kaitan dengan cerita masyarakat pada masa perjuangan kemerdekaan. Ketika sebagian warga berada di medan perjuangan, masyarakat yang tinggal di rumah ikut berperan dengan menyiapkan makanan bagi para pejuang yang kembali agar dapat memulihkan tenaga.

Semangat berbagi tersebut kemudian terus diwariskan dan berkembang di tengah masyarakat. Hingga kini, Pasar Jajan dapat dijumpai di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat kampung, RT, RW, hingga kelurahan.

“Ini bagian dari budaya kita yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Di dalamnya ada semangat gotong royong, kebersamaan, dan keramahan warga,” kata Aaf.

 

Ia berharap keberadaan Pasar Jajan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial saat peringatan kemerdekaan. Lebih dari itu, tradisi tersebut diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat dan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antartetangga.

Baca Juga: Polres Pekalongan Kota Perkuat Komitmen Pengabdian Anggotanya

Baca Juga: PDAM Tirtayasa Pastikan Layanan Kepada Masyarakat Tetap Normal

Tradisi sederhana itu, sebut Aaf menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak selalu hadir dalam bentuk upacara besar. Di Kota Pekalongan, semangat berbagi yang diwariskan dari generasi ke generasi justru tetap hidup melalui rumah-rumah warga yang terbuka bagi siapa saja.

"Harapan saya, Pasar Jajan terus dilestarikan, ketika tradisi berbagi tetap dirawat, nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi identitas masyarakat Pekalongan juga ikut terjaga," tutupnya.

Suasana meriah terlihat dalam pelaksanaan Pasar Jajan di Kelurahan Sapuro Kebulen, Kota Pekalongan, Jumat malam (21/8/2026).

Salah seorang warga Sapuro Kebulen, Hidayat, mengatakan kegiatan Pasar Jajan gratis di wilayahnya digelar setiap tahun. Menariknya, pengunjung yang datang bukan hanya warga setempat, tetapi juga masyarakat dari luar kelurahan.

Baca Juga: Naluri Keibuan Kades Plelen Selamatkan Pemuda Pemalang, Terlantar di Alas Roban

Baca Juga: Pagenteran Pemalang Kekeringan, Polwan Salurkan 13.000 Liter Air Gratis

“Setiap tahun memang ada Pasar Jajan gratis. Yang datang bukan hanya warga sini, banyak juga warga dari luar kelurahan yang datang untuk berburu jajanan dan makanan gratis,” tutur Hidayat.

Momentum tersebut bahkan dimanfaatkan sejumlah warga untuk mengundang kerabat dari luar daerah. Mereka datang bersama keluarga sekaligus bersilaturahmi dengan warga setempat.

Kemeriahan juga tidak hanya muncul dari aneka makanan yang dibagikan. Sejumlah rumah warga menyiapkan permainan atau game dengan berbagai hadiah untuk pengunjung. Aktivitas itu membuat suasana kampung semakin hidup.

Sepanjang gang dan jalan, warga tampak berjalan dari satu titik ke titik lainnya untuk menikmati jajanan yang tersedia. Anak-anak, orang dewasa, hingga keluarga yang datang dari luar wilayah ikut larut dalam suasana perayaan.

 

"Setiap momen peringatan 17 Agustus memang menjadi salah satu waktu yang ditunggu. Selain memeriahkan kemerdekaan, Pasar Jajan bagi kami menjadi kesempatan untuk saling bertemu, berbagi makanan, dan mempererat silaturahmi," serunya.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
pasar jajan gratis kota pekalongan WALIKOTA PEKALONGAN Walikota Aaf