METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Meski belum resmi dinyatakan lulus, sejumlah peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) tahap II yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan sudah berhasil diterima bekerja.
Salah satunya adalah Nurut Takhsya, 20, warga Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, yang kini resmi bekerja sebagai barista di salah satu kafe di Kota Pekalongan.
"Senang sekali, saya sudah bekerja sesuai minat," ujar Tasya dengan riang, Senin 25 November 2024.
Ia mengaku, ilmu yang diperoleh selama pelatihan sangat bermanfaat. Tasya kini mampu membuat berbagai sajian kopi seperti espresso, kopi tubruk, vietnam drip, dan V60.
Bahkan dalam satu minggu bekerja, ia telah berhasil mengembangkan kemampuannya dengan menciptakan dua varian kopi baru.
Pelatihan Barista yang diikuti Tasya berlangsung selama 33 hari di Balai Latihan Kerja (BLK) Kuripan, Kota Pekalongan.
Penutupan dan pemberian sertifikat kepada para peserta dilakukan pada Senin 25 November 2024, dengan total peserta pelatihan sebanyak 64 orang.
Selain keterampilan teknis, peserta PBK juga dibekali soft skill seperti cara membuat curriculum vitae dan surat lamaran kerja yang baik, menghadapi wawancara kerja, hingga etika profesional.
Mereka juga difasilitasi transportasi dan program magang di perusahaan sesuai minat.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, menjelaskan, PBK tahap II tahun 2024 ini menyediakan empat jenis pelatihan, yaitu tata boga, servis AC, tata kecantikan, dan barista.
Pelatihan ini bertujuan membekali masyarakat agar mampu bekerja atau membuka usaha mandiri sesuai bidang yang diminati.
"Kami tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter yang baik, seperti jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan bekerja keras. Ini penting untuk kelancaran di dunia kerja maupun usaha," ujarnya.
Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menyebutkan, hingga kini, sekitar 2.500 orang telah lulus dari berbagai program pelatihan Dinperinaker Kota Pekalongan.
Ia berharap para lulusan pelatihan ini dapat menjadi tenaga kerja pilihan atau bahkan membuka usaha sendiri.
"Kami optimistis program pelatihan ini akan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Pekalongan. Persaingan dunia kerja sangat kompetitif, sehingga keterampilan dan karakter menjadi kunci utama," tandasnya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti pelatihan ini, Dinperinaker berencana terus meningkatkan kualitas dan cakupan pelatihan guna menciptakan lebih banyak tenaga kerja terampil di Kota Pekalongan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla