METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – General Manager (GM) Parkside Mandarin Hotel Pekalongan, Nadya Anathassya, merupakan sosok profesional di industri perhotelan.
Pengalamannya dalam mengelola berbagai hotel di Indonesia menorehkan rekam jejak yang kuat.
Ia kini berkomitmen untuk bekerja secara kreatif dalam mengantisipasi tantangan efisiensi anggaran pemerintah, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang dinamis.
Nadya berkarir di dunia hotel sejak muda, dan telah berpengalaman mengelola berbagai properti dari grup ternama seperti Hotel Mercure, JW Marriott, Sparks Hotel, Manhattan Jakarta, serta beberapa hotel di Padang dan Bali, termasuk Hotel Nikko.
Ia juga pernah bergabung dengan grup Horison, yang memberinya kesempatan untuk menjelajahi berbagai lokasi dengan tantangan unik.
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Nadya adalah ketika bertugas di Aceh pada tahun 2017.
Hotel yang dikelolanya berlokasi di kawasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di mana banyak staf hotel merupakan mantan anggota GAM.
Suasana religius yang kental dan minimnya hiburan—yang hanya terbatas pada warung-warung kopi dengan jam operasional tertentu—menjadi tantangan tersendiri.
Meskipun begitu, sektor bisnis hotel di Aceh memiliki potensi besar karena jumlah hotel yang layak masih terbatas, sementara kebutuhan akan akomodasi tetap tinggi.
Pengalaman lainnya yang tak kalah menantang adalah saat menangani Horison Lebak di Banten.
Menurutnya, akses menuju lokasi sangat sulit, fasilitas minim, dan selepas pukul enam sore, kawasan tersebut menjadi sepi.
Hotel ini berdekatan dengan pabrik semen dan memiliki keterbatasan transportasi, menjadikannya salah satu pengalaman terberat dalam kariernya.
Kini, setelah bergabung dengan Parkside Hotel grup sejak 2017, Nadya kini diberi tanggung jawab mengelola Parkside Mandarin Hotel sejak awa tahun 2025 ini, sebagai hotel keempat yang ia pimpin.
Di tengah situasi ekonomi yang menantang, ia menyadari bahwa efisiensi anggaran menjadi faktor utama, terutama dalam konteks kerja sama dengan pemerintah.
Ia membandingkan kondisi saat ini dengan era pandemi COVID-19, meskipun menurutnya, kali ini lebih ringan karena sektor swasta masih memiliki ruang gerak yang lebih luas.
“Sebagai pebisnis hotel, kami harus lebih kreatif dalam pemasaran. Tidak bisa hanya bergantung pada proyek-proyek government. Harus bisa menggali peluang baru dan memperluas pasar,” ujar Nadya.
Di tengah tantangan ini, Nadya menegaskan pentingnya optimisme. Dengan 50 karyawan yang bergantung pada operasional hotel, ia merasa bertanggung jawab untuk terus mencari solusi dan strategi baru agar bisnis tetap berjalan.
“Kami semua harus tetap optimis dan kreatif dalam mencari pasar baru. Tantangan memang ada, tapi dengan inovasi dan kerja keras, kami yakin bisa melewatinya,” pungkasnya.
Dengan kombinasi pengalaman, kreativitas, dan semangat pantang menyerah, Nadya Anathassya siap membawa Parkside Mandarin Hotel Pekalongan tetap eksis dan berkembang di tengah tantangan industri perhotelan yang semakin dinamis. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla