Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tidak Sampai Sejam, 300 Paket Uang Baru BI di Kota Pekalongan Ludes!

Lutfi Hanafi • Rabu, 12 Maret 2025 | 20:10 WIB

CEK PENDAFTARAN - Tim dari KPw BI Tegal saat mengecek pendaftaran warga di aplikasi pintar, untuk tukar uang, di halaman Masjid Asy-Syuhada, Kota Pekalongan, pada Selasa siang (11/3/2025)
CEK PENDAFTARAN - Tim dari KPw BI Tegal saat mengecek pendaftaran warga di aplikasi pintar, untuk tukar uang, di halaman Masjid Asy-Syuhada, Kota Pekalongan, pada Selasa siang (11/3/2025)
 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Antusiasme warga Kota Pekalongan dalam menukar uang pecahan baru menjelang Lebaran 2025 begitu tinggi.

Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, sebanyak 300 paket uang baru yang disediakan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal ludes diserbu masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung di halaman Masjid Asy-Syuhada, Kota Pekalongan, dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian pada Selasa siang 11 Maret 2025.

Sejak siang, ratusan warga sudah mengantre tertib untuk mendapatkan uang pecahan baru guna memenuhi tradisi bagi-bagi angpao saat Lebaran.

Proses penukaran ini dilakukan melalui layanan Kas Keliling BI Tegal, yang dalam setiap kunjungannya menyediakan 300 paket uang baru dengan nilai Rp 4,3 juta per paket.

Menurut Plt. Kepala Unit Data, Statistik, dan Kehumasan BI Tegal, Iwan Yunanto, program penukaran uang baru ini merupakan bagian dari persiapan BI dalam menghadapi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.

BI Pusat bahkan telah menyiapkan dana sebesar Rp5 triliun untuk penukaran uang di berbagai lokasi selama Ramadan 2025.

"Seluruh warga yang ingin menukar uang wajib menggunakan aplikasi Pintar, yang merupakan sistem digitalisasi terbaru dari BI. Dengan aplikasi ini, penukaran lebih tertib dan adil. Selain itu, masyarakat tidak bisa diwakilkan saat mengambil uang baru," jelas Iwan.

Selain melalui layanan Kas Keliling, Bank Indonesia juga menegaskan bahwa masyarakat bisa melakukan penukaran uang baru melalui perbankan yang telah bekerja sama.

Namun, sama seperti di kas keliling, masyarakat tetap harus menggunakan aplikasi Pintar untuk mendapatkan kuota penukaran.

"Nanti penukaran uang juga bisa dilakukan di bank-bank yang sudah ditunjuk, tetapi tetap harus registrasi dulu lewat aplikasi kami," tambah Iwan. 

Dengan tingginya animo masyarakat terhadap uang baru, Bank Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan uang pecahan cukup hingga akhir Ramadan, sehingga tidak ada lagi warga yang kehabisan uang baru di hari-hari menjelang Idul Fitri.

Banyak warga yang datang lebih awal untuk menghindari kehabisan kuota, mengingat tahun-tahun sebelumnya permintaan uang pecahan baru selalu membludak. Salah satunya adalah Bakhit 30, warga Sragi, Kabupaten Pekalongan.

 

"Pengalaman tahun lalu, kalau menukar uang di akhir Ramadan pasti sudah habis. Jadi tahun ini saya sengaja datang lebih awal," katanya.

Ia merasa lega bisa mendapatkan satu paket uang pecahan baru senilai Rp4,3 juta, yang terdiri dari pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, dan Rp50.000.

Hal serupa dirasakan Alam, 29, warga Bendan Kergon, Kota Pekalongan, yang sudah mengantre sejak pukul 13.30 WIB. Ia menukar uang baru dengan tujuan berbagi kebahagiaan saat Lebaran.

"Uangnya buat Lebaran, untuk ponakan dan keluarga di kampung. Jadi lebih praktis kalau pakai pecahan baru," tuturnya.

Meskipun sistem antrean sudah menggunakan aplikasi Pintar, beberapa warga mengusulkan agar ada perbaikan dalam mekanisme antrean.

Bakhit dan Alam sepakat bahwa sistem digital sebaiknya bisa memberikan nomor antrean dan jadwal yang lebih spesifik, agar masyarakat tidak perlu antre ulang di lokasi.

"Lebih baik kalau di aplikasi ada fitur jadwal dan nomor antrean, jadi sampai lokasi tinggal ambil tanpa harus berdesakan," ujar Bakhit. (han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #lebaran #tukar uang baru #Kas Keliling