METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Suasana semangat dan penuh harapan tampak di Kantor Kelurahan Soko Duwet, Kecamatan Pekalongan Timur, Kamis 22 Mei 2025.
Sejumlah warga yang didominasi ibu-ibu tampak antusias mengikuti Pelatihan Kerja Kewirausahaan Singkat yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker), berkolaborasi dengan TP PKK Kota Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program besar Pemkot untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Pelatihan yang diberikan secara praktis ini menyasar keterampilan membuat jajanan kekinian seperti donat dan tahu fantasi isi dumpling.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan, pelatihan ini tidak hanya menambah skill, tetapi juga membuka jalan bagi peserta untuk membangun usaha rumahan yang dapat membantu ekonomi keluarga.
"Alhamdulillah, peserta sangat antusias. Harapannya, mereka bisa mandiri secara ekonomi dan ikut membantu program pengentasan pengangguran di Kota Pekalongan,” ujar Inggit.
Tahun ini, total ada 1.320 peserta dari 27 kelurahan yang akan mengikuti pelatihan sejenis. Masing-masing kelurahan mendapat jatah satu paket pelatihan untuk 20 orang.
Dinperinaker juga melibatkan banyak pihak dalam pelatihan ini, termasuk Balai Latihan Kerja (BLK), Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), dan mitra swasta seperti PT Urip Sugiharto.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, menegaskan bahwa program ini dirancang agar langsung menyentuh masyarakat dan memacu semangat berwirausaha.
"Pelatihan dilakukan menyeluruh, baik di tingkat kelurahan maupun melalui lembaga pelatihan formal dan swasta.
Tujuannya agar masyarakat tidak hanya punya keterampilan, tapi juga percaya diri untuk membuka usaha," katanya.
Salah satu peserta, Luluk Sakinah, menyatakan kegembiraannya bisa ikut pelatihan. Ia bersama peserta lain belajar membuat donat dan tahu fantasi yang bisa dijual kembali.
“Alhamdulillah bisa ikut. Harapannya setelah pelatihan, saya bisa buka usaha sendiri dan terus mengembangkan keterampilan ini. Ilmu ini sangat bermanfaat,” ungkap Luluk.
Ia juga berharap kegiatan ini bisa memotivasi ibu-ibu lainnya agar tidak ragu menimba ilmu dan mencoba usaha mandiri dari rumah.
Pelatihan ini bukan sekadar ajang belajar membuat makanan, tapi juga momentum membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Dengan semangat yang terus menyala dari warga seperti di Soko Duwet, harapan untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Pekalongan bukan hal mustahil.
Pemerintah pun menaruh harapan besar agar pelatihan-pelatihan semacam ini dapat menjadi batu loncatan menuju Pekalongan yang lebih produktif dan sejahtera. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla