Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bank Indonesia dan Pemkab Tegal Lakukan Transformasi, UMKM Naik Kelas, Zakat Bayar Pakai QRIS

Lutfi Hanafi • Jumat, 13 Juni 2025 | 16:11 WIB
KOMPAK - Sejumlah pejabat dari Kabupaten Tegal dan Kepala KPw BI Tegal Bimala berfoto bersama saat gelaran Slawi Ageng pada Rabu malam (11/6/2025).
KOMPAK - Sejumlah pejabat dari Kabupaten Tegal dan Kepala KPw BI Tegal Bimala berfoto bersama saat gelaran Slawi Ageng pada Rabu malam (11/6/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Slawi – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Tegal terus memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal.

Kali ini melalui gelaran Slawi Ageng 2025 yang berlangsung pada 11–14 Juni 2025.

Acara ini bukan sekadar peringatan Hari Jadi ke-424 Kabupaten Tegal, melainkan momentum penting untuk mempercepat transformasi digital ekonomi daerah dan mendorong penguatan sektor riil.

Dalam rangkaian kegiatan ini, BI Tegal menghadirkan booth edukasi dan sosialisasi QRIS yang bekerja sama dengan Kadin serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Tegal.

Edukasi ini menyoroti kemudahan penggunaan QRIS, tak hanya untuk belanja biasa.

Tetapi juga untuk pembayaran pajak, wakaf, hingga zakat, sejalan dengan penguatan ekonomi syariah digital.

Tak kalah menarik, pameran UMKM binaan BI Tegal turut memeriahkan acara dengan menampilkan 20 UMKM unggulan dari berbagai daerah eks Karesidenan Pekalongan.

Produk lokal seperti Shanum Ecoprint, Kopi Salsabila, Saltin Snack, Arumi Kita, dan Linda Pempek berhasil menarik perhatian pengunjung dan memperluas akses pasar UMKM menuju level nasional.

Slawi Ageng 2025 juga menjadi ruang dakwah ekonomi syariah.

Lewat kegiatan Gema Dakwah Ekonomi Syariah yang menghadirkan Ustaz Muhammad Nur Maulana, masyarakat diajak memahami pentingnya wakaf produktif dan ZISWAF.

Termasuk melalui sistem pembayaran digital seperti QRIS, yang mudah dan sesuai prinsip syariah.

BI turut menjawab kebutuhan masyarakat akan bahan pangan pokok dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Warga bisa mendapatkan sembako seperti beras, gula, minyak goreng, daging ayam, dan telur dengan harga terjangkau, bahkan lebih hemat jika dibayar menggunakan QRIS.

Di sisi literasi, Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, hadir dalam kegiatan “Duta Baca Masuk Sekolah” untuk berbagi inspirasi menulis kepada 500 pelajar SD hingga SMA/SMK di Tegal.

Dalam kesempatan ini juga disisipkan edukasi soal Rupiah dan perlindungan konsumen oleh Bank Indonesia.

 

Generasi muda pun tak luput dari perhatian. BI Tegal bekerja sama dengan Disparpora Kabupaten Tegal menggelar Jambore Wirausaha Muda.

Jambore ini juga berisi sosialisasi QRIS, perlindungan konsumen, hingga rally transaksi digital.

Tujuannya, membekali pemuda dengan wawasan digital dan mendorong mereka menjadi pelaku ekonomi berbasis teknologi.

Tak hanya itu, anggota PKK Kabupaten Tegal juga dibekali edukasi mengenai transaksi non-tunai, strategi pengendalian inflasi pangan, dan cara menghindari penipuan keuangan digital.

Kegiatan ini memperkuat peran strategis perempuan dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan daerah.

Sementara itu, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dikemas menarik melalui lomba menggambar untuk siswa SD dan lomba AR Rupiah Game.

Yakni permainan berbasis augmented reality yang mengajak peserta mengenal lebih dekat uang Rupiah dan keindahan Indonesia secara digital. 

Kepala KPwBI Tegal Bimala, berharap Slawi Ageng 2025 dapat mempercepat digitalisasi transaksi keuangan, memperluas inklusi keuangan, dan mengoptimalkan zakat serta wakaf melalui platform digital.

“Bank Indonesia akan terus menjadi katalisator pembangunan ekonomi daerah lewat sinergi dan inovasi nyata seperti ini,” tandasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten tegal #gerakan pangan murah (gpm) #Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal #Slawi #Sosialisasi QRIS #Kepala KPwBI Tegal Bimala #Slawi Ageng