METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di balik aroma gurih dan rasa pedas manis keripik singkong RICCO, tersembunyi kisah perjuangan luar biasa dari seorang ibu rumah tangga di Kota Pekalongan.
Furoah, 55, sang perintis, memulai semuanya dari dapur kecil di Gg. 9 Sugihwaras, Pekalongan Timur Kota Pekalongan.
Kini, hasil olahan tangannya tak hanya digemari tetangga, tapi juga telah mengisi rak-rak gerai Alfamart—sebuah pencapaian luar biasa bagi pelaku UMKM lokal.
Awal kisah sukses RICCO bermula dari upaya bangkit pasca-kepergian sang suami.
Bersama putrinya, Syarifatunnazilah, Furoah mencoba berbagai usaha kecil seperti menjual risol, soes, dan molen.
Hingga akhirnya, seminar dari Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Pekalongan membuka jalan menuju kemitraan dengan ritel modern Alfamart.
“Awalnya saya kira tidak mungkin, tapi setelah dapat pendampingan dan bimbingan dari dinas dan tim Alfamart, ternyata bisa. Produksi kecil kami kini ada di rak toko modern,” cerita Furoah dengan mata berbinar.
Sejak tahun 2020, keripik singkong RICCO resmi masuk jaringan Alfamart lewat program kemitraan UMKM.
Tak hanya bertahan, produk ini berhasil memikat pelanggan setia berkat rasa khas dan kualitas yang konsisten.
“Testimoni dari pelanggan rata-rata positif. Banyak yang repeat order karena rasanya enak dan renyah,” ungkapnya.
Namun perjalanan tak selalu mulus. Furoah sempat mencoba memperluas distribusi ke Comal, Pemalang, hingga Tegal, namun keterbatasan modal dan logistik membuatnya memilih fokus pada area Pekalongan.
Meski demikian, semangatnya tak pernah luntur.
Menariknya, usaha ini dijalankan tanpa pinjaman berbunga.
“Kami menghindari riba. Jadi, semua dijalankan pelan-pelan, tapi insyaallah berkah,” katanya.
Prinsip ini membuat mereka lebih teliti dalam menjaga kualitas produk, karena kepuasan konsumen adalah promosi terbaik.
Kini, Furoah berharap produknya bisa menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Pekalongan.
Ia tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Alfamart dan pemerintah daerah yang telah membuka peluang bagi pelaku UMKM kecil seperti dirinya.
Keripik RICCO bukan sekadar camilan. Ia adalah simbol bahwa dengan tekad, ketekunan, dan kemitraan yang tepat, produk rumahan pun bisa menembus pasar ritel modern dan bersaing secara sehat. Sebuah harapan baru bagi ribuan pelaku UMKM di Indonesia. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla