METROPEKALONGAN.COM, Yogyakarta - Bank Indonesia Tegal turut menggenjot transformasi sistem pembayaran nasional menuju era digital bersama pengelola Desa Wisata.
Layanan dan keamanan pembayaran ini terus ditingkatkan.
“Transformasi ini bukan hanya soal teknologi. Ada aspek stabilitas ekonomi, inklusi keuangan, dan perlindungan konsumen yang perlu dijaga seimbang,” kata A Sangga, perwakilan Unit Implementasi Sistem Pembayaran dan Pengawasan (UKSPPUR) Bank Indonesia Tegal, dalam sosialisasi kebijakan sistem pembayaran 2025 di Yogyakarta, Selasa 21 Juli 2025.
Dalam kegiatan tersebut, beberapa pengelola Desa Wisata di wilayah BI Tegal diajak melakukan studi banding ke Yogyakarta.
Baik dari Tegal, Pekalongan, Batang, Brebes, dan Pemalang. Beberapa destinasi desa wisata di Yogyakarta dianggap telah berhasil mengembangkan potensi wilayahnya, sehingga UMKM-nya ikut berkembang.
Ia menjelaskan, QRIS kini menjadi instrumen utama pembayaran digital bersama UMKM.
Inovasi lain yang diluncurkan BI adalah QRIS Tap berbasis teknologi NFC, yang mulai dikenalkan dalam forum FEKDI x KKI 2024.
Teknologi ini dirancang untuk transaksi cepat dan massal seperti transportasi umum, parkir, hingga ritel, dengan tingkat keamanan yang diklaim lebih tinggi.
"Ini bisa dimanfaatkan UMKM untuk mempermudah transaksi," tandasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla