METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di usia 50 tahun, banyak orang memilih bersantai atau hanya menjalani rutinitas seadanya.
Namun tidak dengan Agus Fathurachman, warga Kelurahan Kandang Panjang, Kota Pekalongan.
Ia justru memilih terjun ke dunia digital marketing, meski sebelumnya hanya mengandalkan jasa pijat dan bekam serta jual beli ayam dan bebek sebagai mata pencahariannya.
Baca Juga: Najwa, Ikuti Pelatihan 'Mulai Saja Dulu', Lalu Peluang Kerja Pun Datang dengan Sendirinya
“Sebelum ikut pelatihan, usaha saya biasa saja. Hanya melayani permintaan orang-orang sekitar. Tidak berkembang,” kenang Agus.
Namun, titik balik hidupnya datang ketika ia menjadi salah satu peserta dalam Pelatihan Digital Marketing berbasis AI yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, pada 21 Juni hingga 10 Juli 2025 lalu.
Selama 16 hari pelatihan intensif, Agus dan 19 peserta lainnya tidak hanya diajak memahami teori, tetapi langsung praktik membuat konten promosi, jingle audio, desain visual, hingga deskripsi produk, menggunakan platform gratis seperti ChatGPT, Canva, Suno, dan Veo.
Materi yang paling berkesan baginya adalah saat diajari membangun usaha branding melalui media sosial dan platform digital.
Tak butuh waktu lama, ilmu itu langsung ia terapkan ke bisnis bekam dan ternaknya.
“Alhamdulillah, setelah saya mempromosikan secara online, permintaan naik. Baik jasa bekam maupun ayam jualan saya. Tapi memang harus konsisten dan rajin,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Bakar Sampah karena Alat Kurang, Balgis Janji Kirim Insinerator
Meski harus bersaing dengan pemilik modal besar yang mampu beriklan masif, Agus tak gentar.
Ia mengakali batasan dengan menjalin afiliasi, serta rutin membuat konten promosi mandiri.
Menariknya, pelatihan ini juga mengajarkan etika penggunaan teknologi, termasuk pentingnya hak cipta dalam konten digital.
Baca Juga: Mobil dan Motor Rusak Masal Usai Isi Pertalite, SPBU Gringsing Pun Digeruduk
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dhafiani Dahlan, menyebutkan, peserta tidak hanya dilatih secara teknis, tetapi juga dibentuk sebagai pelaku usaha digital yang berintegritas dan kreatif.
“Kami ingin peserta langsung praktik, bukan hanya memahami teori. Termasuk memahami batasan etika pemanfaatan teknologi seperti AI,” tegas Betty.
Kini, Agus punya mimpi besar, memiliki tempat usaha sendiri yang lebih layak, lengkap dengan fasilitas dan sistem manajemen profesional.
Baca Juga: Pra-SD Jadi Syarat Masuk SD, Ini Rencana Wajib Belajar 13 Tahun di Kota Pekalongan
Ia juga berharap pelaku UMKM lain tak ragu menjajal teknologi.
"Teknologi sekarang bukan hanya untuk anak muda. Kita yang usia 50-an pun bisa belajar. Gunakan digital marketing, AI, dan jangan malu beradaptasi," katanya penuh semangat.
Langkah Agus menjadi bukti bahwa umur bukanlah penghalang untuk maju.
Baca Juga: Wali Kota Pekalongan Jamin Pengundian Lapak Pasar Banjarsari Transparan, Bisa Dicek secara Online
Justru dengan tekad dan kemauan belajar, teknologi bisa jadi jembatan keluar dari keterbatasan.
Di tengah tantangan zaman, pelatihan digital seperti ini menjadi nafas baru bagi banyak warga Kota Pekalongan yang ingin bangkit dan mandiri. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla