METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Harapan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menjadikan Pasar Sugihwaras sebagai sentra kuliner bersih dan tertata belum bisa terwujud.
Beberapa tahun terakhir, pasar yang direvitalisasi tiga tahun lalu itu justru semakin sepi dan ditinggalkan para pedagangnya.
Padahal, pedagang yang menempati lapak di Pasar Sugihwaras tidak dipungut biaya sewa.
Namun hal itu tidak cukup menarik minat para pembeli. Alhasil, satu per satu pedagang memilih kembali berjualan di kawasan Alun-Alun Kota Pekalongan, meski harus membayar retribusi liar kepada oknum preman atau ormas.
“Di Pasar Sugihwaras sini kadang ramai, kadang sepi. Nggak tentu. Kalau orang-orang lagi selo dan niat, ya datang. Tapi seringnya sepi terus. Akhirnya banyak yang pindah ke alun-alun lagi,” kata salah satu pedagang nasi goreng yang sudah 3 tahun menempati pasar tersebut, Selasa 29 Juli 2025.
Menurutnya, sejak dipindahkan dari alun-alun ke Pasar Sugihwaras oleh Pemkot Pekalongan, ia sempat merasakan keramaian di awal.
Namun, beberapa tahun terakhir, pembeli makin jarang datang. Beberapa pedagang bahkan tidak berjualan selama berminggu-minggu karena tidak laku.
“Yang di alun-alun sekarang itu kebanyakan pedagang baru. Tapi malah ramai. Dulu para pedagang kucing-kucingan dengan Satpol P3KP Kota Pekalongan. Sekarang sudah ada yang megang, preman, ormas, gitu. Nah mereka bayar ke ormas atau preman itu,” imbuhnya.
Pasar Sugihwaras sendiri dulunya pasar loak, kemudian direvitalisasi menjadi pasar kuliner.
Pemindahan pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Alun-Alun Kota Pekalongan, agar area pusat kota lebih tertata dan bersih.
Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. PKL kembali memenuhi area alun-alun, bahkan semakin ramai.
Bahkan, ruko-ruko di lantai atas Pasar Sugihwaras yang disiapkan untuk usaha kuliner atau UMKM pun tidak pernah difungsikan. Kondisi ini menambah kesan pasar mati suri dan tak diminati.
Sejumlah pedagang berharap ada evaluasi serius dari pemerintah, baik terkait strategi promosi maupun penataan pedagang yang berkelanjutan.
Jika tidak, Pasar Sugihwaras dikhawatirkan akan benar-benar mati dan tak lagi menjadi pilihan para pelaku usaha kecil. (rifkahsaffanah/ida)
Editor : Ida Nor Layla