METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Telkom Indonesia saat ini telah menjangkau 97 persen area di wilayah Indonesia.
Dengan dukungan infrastruktur, kini Telkom melakukan transformasi digital secara masif dan fundamental.
Bahkan terus beradaptasi dengan artificial intelligent (AI) demi mewujudkan konektivitas nasional.
Upaya tersebut ditegaskan dalam acara Sharing with Media bertajuk “Transformasi Telkom untuk Bangsa, Bersama Media Wujudkan Indonesia Terkoneksi” yang diikuti sejumlah wartawan Jawa Tengah di Ruang Borobudur, Kantor Telkom Regional 3 Jateng dan DIY, Kamis 2 Oktober 2025.
General Manager (GM) Witel Semarang Jateng Utara, Pribadi Nirwana menjelaskan, perjalanan Telkom sebagai perusahaan teknologi informasi terus berkembang, dari masa lalu hingga menjadi salah satu tulang punggung infrastruktur digital di Indonesia.
Telkom yang semula menjadi perusahaan telekomunikasi tradisional (Telco), kini menjadi perusahaan telekomunikasi digital (Digital Telco) dengan target terdepan di Kawasan Asia.
Kalau dulu di era analog, untuk menonton TV harus pasang antena bahkan memanjat gunung. Sekarang tidak ada lagi, karena sudah ada jaringan fiber optic.
“Dulu, saya pernah harus naik gunung dan memanjat tower demi menjaga konektivitas. Kini, jaringan kami telah mengelilingi bumi empat kali dengan lebih dari 170.000 kilometer serat optik. Jangkauan Telkomsel sudah mencapai 97 persen secara nasional,” jelasnya.
Transformasi ini didasari oleh pergeseran lanskap industri global, di mana bisnis telekomunikasi tradisional seperti telepon dan SMS terus menurun, sementara permintaan akan layanan data, platform digital, dan solusi berbasis cloud meroket.
Telkom saat ini memiliki 251.116 BTS, 36.761 tower, serta 21 data center di dalam negeri dan 5 data center di luar negeri. Ini menjadi fondasi penting bagi transformasi digital nasional.
Selain itu, Telkom juga menaungi 10 regional office, 5 divisional office, dan 60 anak perusahaan. Memiliki kantor perwakilan di berbagai negara sebagai bagian dari ekspansi global.
“Telkom tetap menjadi salah satu perusahaan yang paling diminati para pencari kerja,” tambah Pribadi.
Telkom kini bertumpu pada tiga pilar bisnis digital. Yakni, digital connectivity (jaringan fiber dan tower), digital platform (layanan B2B, ICC services, dan governance), serta digital services, termasuk akuisisi berbagai perusahaan yang relevan dengan industri telekomunikasi.
Tak hanya fokus pada teknologi, Telkom Jateng Utara juga aktif dalam kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan, seperti program penanaman mangrove di kawasan pesisir Bandarharjo, serta pelatihan digital bagi masyarakat melalui program ADNP (Akselerasi Digital Nasional Program).
Terkait acara Sharing with Media bertemakan ‘Transformasi Telkom untuk Bangsa, Bersama Media Wujudkan Indonesia Terkoneksi’ ini, Telkom menghadirkan para pakar jurnalistik senior yang tergabung dalam Lembaga PR Consultant Publisiana.
Di antaranya Tenaga Ahli Menteri Komdigi, Wicaksono (Ndoro Kakung) menyampaikan materi ‘Media Sosial dan Artificial Intelligence (AI), Rustam F Mandayun menyampaikan ‘Menjadi Jurnalis Profesional’, Imam Wahyudi menyampaikan ‘Elemen Jurnalisme dalam Ekosistem Digital, M Taufiqurohman berjudul ‘News Gathering’, dan Nanang Junaedi tentang ‘Menulis Berita dengan Bahasa Jurnalistik’.
Kegiatan sharing ini, imbuhnya, merupakan bentuk apresiasi dan sinergi antara Telkom dan insan media di wilayah Semarang.
Ini menjadi momen terbaik untuk ngobrol dan saling berbagi informasi terkait perkembangan media massa.
Dia juga merasakan perubahan bisnis media, dulu di jalanan banyak loper koran, sekarang nyaris tidak ada. Wartel dan telepon umum juga sudah berganti dengan layanan digital.
“Dulu saya sangat menantikan koran datang setiap pagi, karena media memberi informasi dan inspirasi. Maka dari itu, sinergi dengan rekan-rekan media sangat penting bagi kami,” kenang Pribadi yang sempat tinggal di Jogja sebelum bertugas di Semarang. (ida)
Editor : Ida Nor Layla