Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Adaptasi Transformasi Digital, Telkom Gagas Perubahan Jadi Strategic Holding Company

Ida Nor Layla • Jumat, 3 Oktober 2025 | 02:15 WIB
ADAPTASI PERUBAHAN : Komisaris Telkom Indonesia Rizal Mallarangen memastikan perlunya adaptasi perubahan dalam penutupan Sharing with Media di Ruang Borobudur.
ADAPTASI PERUBAHAN : Komisaris Telkom Indonesia Rizal Mallarangen memastikan perlunya adaptasi perubahan dalam penutupan Sharing with Media di Ruang Borobudur.

METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Perkembangan teknologi komunikasi dan digital mempengaruhi bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) sebagai BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi.

Ini berbeda dengan BUMN lainnya seperti PLN, Pertamina, maupun Garuda, yang tidak terlalu mengalami disrupsi teknologi,

Transformasi digital ini telah mengubah pola komunikasi masyarakat, kembali memaksa perusahaan komunikasi terbesar di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) melakukan perubahan arah perusahaan yang lebih adaptif.

Jika sebelumnya sebagai operational company (Opco), Telkom ke depan menggagas perubahan menjadi strategic holding company. Baru di bawahnya akan ada operational company.

Gagasan perubahan tersebut disampaikan oleh Komisaris Telkom Indonesia Rizal Mallarangen dalam acara penutupan Sharing with Media bertajuk “Transformasi Telkom untuk Bangsa, Bersama Media Wujudkan Indonesia Terkoneksi” di Ruang Borobudur, Kantor Telkom Regional 3 Jateng dan DIY, Kamis 2 Oktober 2025.

“Teknologi terus berubah, tantangan terus berubah, kemudian pola komunikasi masyarakat berubah terus. Karena itu, PT Telkom yang selama ini sudah sukses, dituntut untuk terus melakukan adaptasi. Struktur organisasi ke depan juga harus berubah. Tak bisa sama kan?” katanya.

Contoh, smartphone yang telah mempengaruhi semua orang, mulai dari cara belanja, cara berkomunikasi, cara menikmati hidup, telah berubah. Dan siapa yang berada di depan perubahan zaman tersebut, itulah yang akan mengawal.

Artificial Intelligent (AI) yang baru tiga tahun saja sudah membawa perubahan besar. Pengaruhnya hampir sama dengan awal munculnya mesin uap, transistor, dll.

Apalagi teknologi AI saat ini lebih memperkuat otak manusia. Selama ini, perkembangan teknologi memberikan kekuatan otot manusia.

Bahkan baru tiga tahun, AI telah mengganti peran penulis, dokter, pengacara, dan lainnya. AI memiliki kemampuan lebih sistematis, bisa menghafal berbagai hal ketimbang manusia.

Perlu diketahui, Telkom sudah melewati masa transformasi berkali kali, dari masa STO, yang menjadi otak seluruh di Indonesia.

“Kami tidak ingin, 10 tahun lagi, Telkom akan sama seperti nasibnya TVRI dan RRI yang sudah tidak berada dalam masa kejayaan. Kami berharap, Telkom bisa juara Asia,” harapnya.

Karena itulah, digagas perubahan struktur organisasi, meski masih dalam konsep dan belum difinalisasi. Saat ini, masih dilakukan pendalaman konsep oleh para senior leader dan pemikir Telkom.

“Secara keseluruhan, Telkom mungkin akan berubah menjadi strategic holding. Yang di bawahnya ada operation company (Opco) yang melakukan aspek operasionalnya sesuai dengan kemampuan masing-masing,” katanya.

Bisa dibilang, konsep perubahan ini merupakan bentuk efisiensi agar perusahaan lebih luwes bergerak mengikuti perubahan zaman yang berlangsung terus menerus.

“Kalau kita tidak berubah, zamannya berubah, kita akan ketinggalan. Namun perubahan ini tidak dilakukan dengan terburu-buru atau tergesa gesa, tapi dipikirkan dengan matang,” imbuhnya.

Rizal menegaskan efisiensi tersebut bukan merampingkan. Karena Telkom tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja pada karyawan.

“Ini bukan merampingkan. Ini mengubah atau repositioning sehingga fungsi-fungsi, hubungan antarorganisasi menjadi berbeda. Lebih sesuai dengan tantangan zaman yang baru,” katanya. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#transformasi digital #rizal mallarangeng #Telkom Indonesia (Persero) Tbk