Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kota Pekalongan Raih PMA Tertinggi di Jateng, Pemkot Optimistis Investasi 2026 Makin Melonjak

Lutfi Hanafi • Selasa, 12 Mei 2026 | 20:38 WIB
ist
TERIMA PENGHARGAAN - Walikota Aaf didampingi Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan, Ade Suangkat saat menerima penghargaan  dalam agenda Central Java Investment Business Forum 2026 di Ballroom Hotel PO, Semarang, Senin (11/5/2026).
ist TERIMA PENGHARGAAN - Walikota Aaf didampingi Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan, Ade Suangkat saat menerima penghargaan  dalam agenda Central Java Investment Business Forum 2026 di Ballroom Hotel PO, Semarang, Senin (11/5/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan semakin percaya diri menatap iklim investasi tahun 2026. Optimisme itu menguat setelah Kota Pekalongan berhasil meraih penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tertinggi di Jawa Tengah sepanjang 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ahmad Luthfi kepada Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, dalam agenda Central Java Investment Business Forum 2026 di Ballroom Hotel PO, Semarang, Senin (11/5/2026).

Bagi Wali Kota yang akrab disapa Aaf itu, penghargaan ini bukan sekadar trofi, tetapi penanda bahwa Kota Pekalongan masih menjadi daerah yang dipercaya investor asing untuk menanamkan modal.

Salah satu penyumbang utama pertumbuhan investasi tersebut datang dari investor asal Korea Selatan yang masuk ke sektor industri pengolahan dan pengalengan ikan.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi Kota Pekalongan. Artinya investor asing masih melihat Pekalongan sebagai daerah yang potensial dan kondusif untuk investasi,” ujarnya di Pekalongan, Selasa (12/5/2026).

Aaf menjelaskan, penghargaan itu dihitung berdasarkan persentase pertumbuhan investasi. Meski secara nominal ada daerah lain dengan angka investasi lebih besar, namun pertumbuhan investasi asing di Kota Pekalongan tercatat paling tinggi di Jawa Tengah.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta komunikasi yang baik dengan para investor. Menurutnya, stabilitas daerah dan kemudahan pelayanan investasi menjadi faktor penting yang membuat investor merasa nyaman.

Tak berhenti pada capaian 2025, Pemkot Pekalongan kini menatap tahun 2026 dengan target yang lebih besar. Salah satu proyek strategis yang diyakini bisa menjadi magnet investasi baru adalah pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp3 hingga Rp4 triliun.

Aaf menyebut proyek tersebut berpotensi menarik investor asing dalam jumlah lebih besar sekaligus menjadi solusi persoalan lingkungan dan energi di daerah.

“Kalau proyek PSEL bisa terealisasi, tentu dampaknya sangat besar. Bukan hanya investasi yang naik, tapi juga pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan, Ade Suangkat, memaparkan realisasi PMA Kota Pekalongan pada 2025 mengalami lonjakan signifikan hingga 1.207 persen. Nilainya meningkat dari Rp30,1 miliar pada 2024 menjadi Rp393,7 miliar pada 2025.

Menurut Ade, lonjakan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Kota Pekalongan semakin diperhitungkan dalam peta investasi Jawa Tengah. Selain berdampak pada pertumbuhan ekonomi, masuknya investasi juga diharapkan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Dengan raihan ini, Pemerintah Kota Pekalongan optimistis tren investasi asing maupun domestik akan terus tumbuh pada 2026, sekaligus memperkuat posisi Kota Batik sebagai salah satu tujuan investasi baru di Jawa Tengah.(han)

Editor : Agus AP
#Penanaman Modal Asing #Central Java Investment Business Forum #Afzan Arslan Djunaid #investasi #PSEL