Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemkot Pekalongan Buka Pelatihan Kerja 2026, Barista Jadi Primadona di Tengah Persaingan Kerja

Lutfi Hanafi • Senin, 18 Mei 2026 | 20:13 WIB
JAMINAN KECELAKAAN : Peserta menerima kartu jaminan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan kota Pekalongan yang diserahkan oleh Wali Kota Pekalongan di BLK, Senin 18 Mei 2026. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)
JAMINAN KECELAKAAN : Peserta menerima kartu jaminan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan kota Pekalongan yang diserahkan oleh Wali Kota Pekalongan di BLK, Senin 18 Mei 2026. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali membuka peluang bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan sekaligus memperbesar peluang kerja.

Melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekalongan, kembali membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I Tahun 2026, Senin 18 Mei 2026.

Enam jurusan disiapkan untuk menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berubah. Menariknya, di antara enam program yang dibuka, kelas barista menjadi jurusan dengan peminat tertinggi. 

Tingginya animo peserta menunjukkan sektor usaha berbasis gaya hidup, kopi, dan pasar kekinian, masih menjadi magnet di tengah ketatnya persaingan kerja.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menyadari masyarakat menghadapi tantangan perekonomian yang tidak mudah. Terutama dalam mencari pekerjaan maupun membangun usaha.

“Sekarang, mencari pekerjaan memang semakin berat. Kondisi ekonomi global, kenaikan dolar, hingga harga BBM ikut mempengaruhi daya tahan ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah harus terus berimprovisasi agar masyarakat tetap punya peluang,” kata wali kota yang disapa Mas Aaf.

Dalam PBK Tahap I tahun ini, Pemkot Pekalongan membuka enam kompetensi yakni Barista, Teknisi AC, Editor Foto dan Video, Las SMAW 3F, Barber, serta Teknisi Handphone. Keenam bidang tersebut dipilih karena masih memiliki pasar yang cukup kuat, meski tingkat persaingannya juga terus meningkat.

Ia menilai sektor barista dan kuliner sederhana masih memiliki prospek cerah. Tren kedai kopi, kafe, hingga konsep pujasera kekinian dinilai masih menjadi pilihan masyarakat. 

“Pasarnya masih ada, bahkan terus tumbuh. Tinggal bagaimana peserta mampu membaca tren, mengikuti kebutuhan pasar, atau menciptakan konsep baru lewat kreativitas mereka,” tambahnya.

Kepala Disnaker Kota Pekalongan Betty Dahfiani Dahlan menjelaskan, total peserta yang mengikuti PBK tahap pertama sebanyak 96 orang, dengan masing-masing jurusan diisi 16 peserta.

Peserta akan mendapatkan dua materi utama, yakni soft skill selama tiga hari dan pelatihan teknis sesuai bidang masing-masing. Untuk jurusan teknisi handphone, durasi pelatihan menjadi yang terlama, mencapai 36 hari.

“Di akhir pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi melalui LSP, sehingga mereka bisa memperoleh sertifikat profesi sebagai bekal masuk dunia kerja maupun membuka usaha,” jelas Betty.

Selain pelatihan, seluruh peserta juga mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan selama masa pelatihan. 

Salah satu peserta, Aisyah mengaku, memilih kelas video editing karena ingin meningkatkan keterampilan digital dan membuka peluang kerja baru.

Perempuan asal Kuripan itu sebelumnya pernah bekerja di sektor konveksi. Kini, ia ingin mencoba peluang baru di bidang kreatif digital yang dinilai semakin berkembang. 

“Karena suka komputer dan tertarik belajar edit video. Siapa tahu nanti bisa kerja lagi atau bahkan jadi konten kreator,” ujarnya optimistis. (han/ida) 

Editor : Ida Nor Layla
#Pelatihan Berbasis Kompetensi #barista jadi primadona #Disnaker Kota Pekalongan #pelatihan kerja