Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemkot Pekalongan Pastikan Hewan Kurban Aman dari PMK, Harga Masih Stabil

Lutfi Hanafi • Senin, 25 Mei 2026 | 16:15 WIB
IST
PANTAU - Tim Dindagkop Kota Pekalongan saat pantau langsung salah satu tempat penjualan hewan kurban di Pesindon Kota Pekalongan.
IST PANTAU - Tim Dindagkop Kota Pekalongan saat pantau langsung salah satu tempat penjualan hewan kurban di Pesindon Kota Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memastikan stok hewan kurban dalam kondisi aman.

Selain itu, harganya relatif stabil serta kesehatan ternak terjaga dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepastian tersebut disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) seusai melakukan pemantauan harga dan pasokan hewan kurban di sejumlah titik penjualan pada 21-22 Mei 2026. Salah satu lokasi yang dipantau berada di kawasan Pesindon.

Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Adityo melalui Kepala Bidang Perdagangan, Fitria Yuliani Kartika mengatakan, hingga saat ini stok hewan kurban masih mencukupi kebutuhan masyarakat sampai Idul Adha mendatang.

“Alhamdulillah untuk stok hewan kurban aman dan harga di pasaran juga masih stabil, berkisar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per ekor,” kata Fitria, Senin 25 Mei 2026.

Menurutnya, kestabilan stok dan harga menjadi kabar baik bagi masyarakat yang mulai berburu hewan kurban.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada lonjakan harga berlebihan maupun gangguan pasokan menjelang hari raya.

Di sisi lain, geliat penjualan hewan kurban mulai terasa di kandang-kandang penjualan.

Wondo, karyawan kandang kurban Umar Damiri, mengungkapkan bahwa minat masyarakat membeli kambing kurban tahun ini mulai meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Peminat kambing kurban mulai naik dibanding tahun lalu, terutama mendekati Idul Adha,” katanya.

Ia menjelaskan, kambing yang dijual didatangkan dari berbagai daerah seperti Wonosobo, Sukorejo, Kesesi, dan Bandar.

Harga kambing bervariasi mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi hewan.

“Kalau penjualan harian sekitar 2 sampai 7 ekor. Biasanya makin dekat Iduladha pembeli semakin ramai,” jelasnya.

Tak hanya menjual hewan kurban, pihak kandang juga menyediakan layanan tambahan seperti jasa penitipan, pemotongan di lokasi, hingga pengantaran gratis kepada pembeli.

“Kami juga melayani jasa titip, pemotongan di tempat, dan gratis pengantaran,” imbuhnya.

Terkait kesehatan hewan, Wondo memastikan seluruh kambing yang dijual telah mendapatkan vaksin dan vitamin sehingga aman dari PMK dan layak dijadikan hewan kurban.

“Semua hewan sudah divaksin dan diberi vitamin. Kondisinya sehat dan aman dari PMK,” tegasnya.

Ia menambahkan, stok hewan kurban akan kembali ditambah mendekati Hari Raya Idul Adha mengingat permintaan masyarakat diperkirakan terus meningkat.

Tahun lalu, kandangnya mampu menjual sekitar 100 ekor kambing selama musim kurban. (han)

Editor : Lutfi Hanafi
#hewan korban #idul adha #Dindagkop #pekalongan