METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pekan Kreatif Nusantara (PKN) 2026 resmi ditutup.
Tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa produk lokal dan industri kreatif masih memiliki daya tarik kuat sekaligus peluang besar untuk terus berkembang.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo mengungkapkan, salah satu agenda yang paling menyita perhatian publik adalah pelatihan dan pameran desain batik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, inovasi tersebut membuktikan bahwa warisan budaya batik mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai tradisi yang menjadi identitas Kota Pekalongan.
“PKN 2026 menjadi bukti bahwa kreativitas, budaya, dan teknologi dapat berjalan beriringan untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus mengukuhkan Kota Pekalongan sebagai kota kreatif yang terus berinovasi,” ujarnya saat penutupan PKN 2026, Minggu malam 21 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 24 SMP se-Kota Pekalongan turut ambil bagian dalam pelatihan desain batik berbasis AI dan berhasil menghasilkan sekitar 7.756 desain baru, mulai dari motif batik, sarimbit hingga rancangan batik karnaval.
Selain menjadi ajang unjuk kreativitas, PKN 2026 juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pekalongan, Sugiyo, yang mewakili Wali Kota Pekalongan H Achmad Afzan Arslan Djunaid.
Menurut Sugiyo, status Kota Pekalongan sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO di bidang Craft and Folk Art membawa tanggung jawab besar untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, memanfaatkan teknologi digital, serta memperkuat kolaborasi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pemerintah Kota Pekalongan, lanjutnya, akan terus mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif melalui berbagai program pembinaan, fasilitasi promosi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, hingga penguatan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.
“Semoga Pekan Kreatif Nusantara 2026 menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh, berdaya saing, serta memberikan manfaat yang semakin besar pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (han/ida)