METROPEKLONGAN.COM, Semarang - Kemudahan berinvestasi di Jawa Tengah menjadi faktor utama yang mendorong investor memperluas bisnis. Kemudahan perizinan, pendampingan pemerintah hingga tahap realisasi proyek membuat kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Jawa Tengah terus menguat.
Salah satunya, Ihsan Mulia Putri selaku perwakilan PT Global Dairy Bersama (GDB), menurutnya perusahaan memutuskan membangun peternakan sapi perah terbesar di Indonesia di Kabupaten Brebes setelah merasakan kemudahan proses investasi di Jawa Tengah.
Perusahaan tersebut akan mengembangkan peternakan dengan kapasitas sekitar 30.000 ekor sapi perah. Menurut Ihsan, seluruh proses perizinan dapat diselesaikan dengan cepat berkat fasilitasi dari pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen untuk investasi peternakan sapi perah di Kabupaten Brebes yang akan menjadi terbesar di Indonesia dengan 30.000 sapi. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena izin-izinnya sudah difasilitasi dengan lancar dan cepat,” ujar dalam Business Dinner Gubernur Jawa Tengah bersama stakeholder perekonomian se-Jawa Tengah di Hotel Padma Semarang, Selasa (30/6/2026) malam.
Baca Juga: Perkuat Investasi di Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Ajak 105 Investor Kolaborasi
Ia menjelaskan, investasi di sektor peternakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melibatkan berbagai aspek perizinan dan teknis. Namun, pendampingan Pemprov Jateng membuat seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik.
“Padahal peternakan sapi kompleks sekali, tapi kami sangat bersyukur sudah memilih Jawa Tengah sebagai lokasi sehingga semuanya lancar. Groundbreaking akan mulai tanggal 20 Juli,” katanya.
Selain PT Global Dairy Bersama (GDB) hal yang serupa juga datang dari sektor manufaktur. Direktur PT Bintang Indokarya Gemilang, Budiarto, menilai industri alas kaki di Jawa Tengah masih memiliki prospek yang sangat baik sehingga perusahaan berkomitmen terus melakukan ekspansi.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dan ekosistem usaha yang kondusif menjadi modal penting bagi pertumbuhan industri sekaligus penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Baru 16 Persen Tersubmit, BPS Kota Pekalongan Dikejar Waktu Tuntaskan Survei Ekonomi 2026
Ia menambahkan, perusahaan ingin terus memperluas investasi agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja di Jawa Tengah. Dukungan sektor perbankan, termasuk Bank Jateng, juga dinilai turut memperkuat pengembangan industri.
Sementara itu, Direktur Eksekutif PT Kawasan Industri Kendal (KIK), Juliani Kusumaningrum, mengungkapkan, koordinasi yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat berbagai kebutuhan investor, termasuk melalui Dewan Kawasan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi.
“Dengan adanya dukungan dari pemerintah Jawa Tengah itu mempercepat semua proses-proses yang kita butuhkan,” katanya.
Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi kendala teknis dalam implementasi sistem Online Single Submission (OSS) setelah adanya perubahan regulasi. Juliani menegaskan persoalan tersebut bukan terletak pada proses perizinan, melainkan integrasi sistem yang belum berjalan optimal.
“Permasalahannya itu bukan di perizinan. Perizinan semuanya sudah rampung, sudah selesai, tetapi sistem tidak bisa mengunggah. Akibatnya ada pelaku usaha yang terkendala mengeluarkan delivery barang,” jelasnya.
Baca Juga: Cegah Peredaran Narkoba, Walikota Pekalongan Aaf Ajak Relawan Bersatu Lindungi Pelajar
Masukan serupa disampaikan perwakilan Korrun Group, Suartin Huang. Ia mengungkapkan perusahaan tengah menyiapkan investasi seluas sekitar 32 hektare di Kabupaten Grobogan dengan potensi penyerapan sekitar 7.000 tenaga kerja. Saat ini proyek tersebut masih menunggu penyelesaian aspek administrasi terkait lahan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan pemerintah provinsi akan bergerak cepat menyelesaikan hambatan yang dihadapi investor agar tidak mengganggu realisasi investasi. Terkait kendala OSS, Ahmad Luthfi langsung meminta jajaran terkait melakukan pengecekan dan pendampingan kepada pelaku usaha.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Anggarkan Rp 2,9 Miliar untuk Penanganan Jalan Ambles Pantianom-Kalijambe
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan, pihaknya siap memfasilitasi penyelesaian kendala teknis OSS melalui pendampingan langsung kepada pelaku usaha. DPMPTSP juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi agar setiap persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan.
Dengan pengawalan perizinan, percepatan penyelesaian kendala, dan kepastian dukungan pemerintah, Jawa Tengah terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah tujuan investasi yang menjanjikan sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. (dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto