METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Keberhasilan panen perdana melon premium varietas Kirana dan Dalmatian menjadi pijakan baru bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dalam mengembangkan pertanian perkotaan.
Tak berhenti di Green House Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa), budidaya melon hidroponik tersebut akan diperluas ke delapan lokasi sebagai percontohan pemanfaatan lahan produktif bagi masyarakat.
Panen perdana dilakukan oleh Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab, di Green House Dinperpa, Rabu (9/7/2026). Hasil panen dinilai memuaskan dengan kualitas buah yang manis, segar, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Balgis mengatakan, keberhasilan budidaya melon premium membuktikan bahwa keterbatasan lahan di wilayah perkotaan bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan komoditas pertanian berkualitas.
"Hasil panennya sangat baik, manis, dan berkualitas. Inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan secara produktif," ujarnya.
Menurutnya, pengembangan green house di berbagai titik tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi hortikultura, tetapi juga menjadi media edukasi agar masyarakat semakin tertarik menerapkan teknologi pertanian modern di lingkungan masing-masing.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Pekalongan akan membangun dan mengembangkan delapan green house melalui kolaborasi dengan Kemitraan.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim.
Baca Juga: Akses Pendidikan Merata, Anak Yatim hingga Keluarga Rentan di Pekalongan Terima Seragam Gratis
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, menjelaskan bahwa seluruh calon pengelola green house telah mengikuti pelatihan intensif sebelum program dijalankan.
Pelatihan dilaksanakan bersama Kemitraan, CV Tunas Agro, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Materi yang diberikan mencakup teknik pembibitan, pemeliharaan tanaman, pengendalian budidaya hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP), sehingga pengelolaan green house dapat berlangsung secara profesional dan berkelanjutan.
Dengan perluasan budidaya melon Kirana dan Dalmatian, Pemkot Pekalongan sebut Lili, optimistis inovasi pertanian perkotaan akan semakin berkembang.
Selain memperkuat ketahanan pangan, program tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengubah lahan-lahan sempit menjadi kawasan produktif yang bernilai ekonomi tinggi.
Lili menambahkan, varietas Kirana dan *Dalmatian dipilih karena memiliki kualitas buah premium, cita rasa manis, serta produktivitas yang tinggi ketika dibudidayakan di dalam green house. Selain itu, kedua varietas tersebut membutuhkan penggunaan pestisida yang lebih minim dan lebih tahan terhadap perubahan cuaca dibandingkan budidaya di lahan terbuka.
Ia berharap keberadaan delapan green house nantinya tidak hanya meningkatkan produksi melon premium, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian modern di lahan terbatas.(han/dit)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto