Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Festival Bubur Suro Kota Pekalongan Jadi Panggung Ekonomi Syariah, 76 UMKM Ramaikan Bazar dan Edukasi QRIS untuk Warga

Lutfi Hanafi • Minggu, 12 Juli 2026 | 17:30 WIB
AKRAB : Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab saat hadir di Festival Bubur Suro Krapyak 2026, dan berbaur langsung di masyarakat.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
AKRAB : Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab saat hadir di Festival Bubur Suro Krapyak 2026, dan berbaur langsung di masyarakat.(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Festival Bubur Suro Krapyak 2026 tidak lagi sekadar menjadi tradisi menyambut Tahun Baru Islam. Berkolaborasi dengan Syariah Festival Ekonomi (SYAFAAT) 2026, perhelatan budaya tahunan di Kota Pekalongan ini bertransformasi menjadi panggung penguatan ekonomi syariah, pemberdayaan puluhan pelaku UMKM, sekaligus sarana edukasi transaksi digital melalui QRIS kepada masyarakat.

Festival yang digelar di Lapangan Sepak Bola Leo, Kelurahan Krapyak, resmi dibuka Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab, Jumat (10/7/2026) malam.

Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Pekalongan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan, serta panitia Festival Bubur Suro.

Salah satu daya tarik utama festival adalah bazar yang diikuti sebanyak 76 stan UMKM. Sebanyak 50 stan merupakan binaan Bank Indonesia Tegal, sedangkan sisanya diisi pelaku usaha lokal dari Krapyak dan wilayah sekitarnya.

 Seluruh transaksi di area bazar telah didorong menggunakan sistem pembayaran digital QRIS sebagai bagian dari peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Baca Juga: BLK Kota Pekalongan Bekali Peserta Teknik Rias Hadapi Tantangan Dunia Profesional

Baca Juga: Gerakan Indonesia Asri Digelar di Pekalongan, Pegawai Pemkot Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Ajak Warga Peduli

Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab, mengatakan kolaborasi dengan Bank Indonesia dan MES membuat Festival Bubur Suro tahun ini memiliki nilai tambah yang lebih besar dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

Menurutnya, festival bukan hanya menjaga tradisi budaya masyarakat Krapyak, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi digital.

"Festival ini sudah memasuki tahun ketujuh. Tahun ini semakin meriah karena berkolaborasi dengan Bank Indonesia Tegal dan Masyarakat Ekonomi Syariah.

Tidak hanya menghadirkan Bubur Suro, tetapi juga mengajak masyarakat semakin melek digital dan memahami literasi keuangan," ujar Balgis.

Ia menilai Festival Bubur Suro memiliki potensi berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional. Selama ini Krapyak telah dikenal melalui tradisi Lopis Raksasa dan sentra tenun, sehingga Festival Bubur Suro diharapkan menjadi identitas budaya baru yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Seno Indarso, menjelaskan kolaborasi antara SYAFAAT dan Festival Bubur Suro merupakan langkah memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah melalui pendekatan budaya.

Baca Juga: Dari Perbatasan NKRI ke Pekalongan, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi Siap Lanjutkan Pengabdian

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Gandeng Sejumlah Yayasan Santuni 70 Anak Yatim, Berharap Penerima Manfaat Terus Bertambah Tiap Tahun

Mengusung tema "Sinergi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Masyarakat Regional Berkelanjutan melalui MES dan Transformasi Digital", festival menjadi ruang pertemuan antara pelaku UMKM, pemerintah, komunitas, serta masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Seno, edukasi transaksi digital melalui QRIS menjadi salah satu fokus utama kegiatan.

Selain memperkenalkan pembayaran non tunai, masyarakat juga dikenalkan pada pengelolaan keuangan, wakaf produktif, hingga penguatan usaha mikro agar semakin berkembang.

Ia menambahkan, Pekalongan memiliki modal besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah karena didukung budaya Islam yang kuat, potensi ekonomi kreatif, serta tradisi masyarakat yang masih terjaga.

Ketua MES Kota Pekalongan, Andi Arslan Djunaid, mengatakan Festival Bubur Suro merupakan aset budaya yang memiliki potensi besar menggerakkan ekonomi kreatif.

Menurutnya, semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang peningkatan omzet para pelaku UMKM.

Baca Juga: Wali Kota Aaf Apresiasi Dedikasi Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, Sinergi TNI dan Pemkot Pekalongan Makin Solid

Ia berharap Festival Bubur Suro dapat dikemas lebih profesional dengan dukungan promosi dan branding yang lebih luas sehingga mampu menjadi agenda nasional yang membawa dampak ekonomi bagi masyarakat Krapyak.

Ketua Panitia Syafaat Bubur Suro 2026, Muhammad Iskandar, menyebut kolaborasi bersama Bank Indonesia Tegal dan MES menghadirkan misi baru dalam penyelenggaraan festival, yakni meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

"Harapannya para pelaku UMKM tidak hanya pandai menjual produk, tetapi juga mampu mengelola keuangan usaha dengan baik sehingga usahanya semakin berkembang," katanya.

Rangkaian kegiatan festival berlangsung hingga Minggu (12/7/2026). Selain bazar UMKM, masyarakat dapat mengikuti lomba kuliner berbahan tepung beras, lomba mewarnai bertema Cinta, Bangga, Paham Rupiah, lomba hadroh, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, senam bersama, hingga lomba burung berkicau.

Festival juga menghadirkan panggung hiburan dengan penampilan musisi Panji Sakti pada Sabtu malam sebagai magnet bagi pengunjung.

Sementara pada hari terakhir, sekitar 1.000 warga mengikuti jalan sehat yang kuponnya diperoleh melalui wakaf benih padi Salim, sekaligus menjadi bagian dari kampanye wakaf produktif.

Perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, Agung Sukmohadi, mengatakan seluruh kupon jalan sehat habis dibagikan melalui mekanisme wakaf benih padi Salim.

"Kupon yang disediakan sekitar 1.000 lembar habis seluruhnya. Artinya sekitar 1.000 warga ikut berwakaf benih padi Salim sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan pagi ini," ujarnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga menghadirkan stan edukasi kebanksentralan yang memperkenalkan gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah, penggunaan QRIS, serta Scan Wakaf sebagai upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah berbasis digital.(han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
#Festival Bubur Suro Krapyak #qris #Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab #Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal