METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Harapan warga Kota Pekalongan untuk menikmati aliran air bersih yang lebih lancar, jernih, dan mengalir secara lebih stabil mulai tahun depan kian mendekati kenyataan. Perumda Air Minum Tirtayasa resmi menjalin kemitraan internasional dengan VEI Dutch Water Operators (VEI) Belanda melalui Program WaterWorX untuk membenahi sistem penyediaan air minum selama periode 2027–2030.
Kerja sama tersebut tidak hanya menghadirkan dukungan pendanaan, tetapi juga transfer teknologi, pengalaman, dan pendampingan teknis dari perusahaan air minum di Belanda. Program ini diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan layanan air bersih yang selama ini dihadapi Kota Pekalongan.
Direktur Perumda Air Minum Tirtayasa Kota Pekalongan, Muhammad Affan, mengungkapkan pihaknya telah dinyatakan lolos seleksi Program WaterWorX Tahap III setelah mengikuti proses evaluasi sejak Mei hingga Juli 2026.
"Perumda Air Minum Tirtayasa telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan VEI dari Belanda sebagai awal kerja sama dalam Program WaterWorX. Program ini akan berjalan pada periode 2027 sampai 2030," ujar Affan, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, delegasi yang terdiri atas pimpinan tiga perusahaan air minum terbesar di Belanda telah mengunjungi Kota Pekalongan untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan air minum sekaligus meninjau sejumlah lokasi yang menjadi fokus pengembangan.
Salah satu perhatian utama dalam kerja sama tersebut adalah ancaman penurunan muka tanah (land subsidence) yang selama ini dipengaruhi tingginya pemanfaatan air tanah. Karena itu, peningkatan layanan air perpipaan menjadi langkah strategis agar masyarakat memiliki alternatif sumber air yang lebih aman dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, tim dari Belanda bersama PT Tirta Utama (Perseroda) Jawa Tengah juga meninjau Instalasi Pengolahan Air Krompeng sebagai salah satu sumber air baku yang diproyeksikan mampu memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat.
Affan menjelaskan, mulai Agustus 2026 kedua belah pihak akan menyusun rencana kerja yang menjadi dasar pelaksanaan program selama empat tahun, terhitung mulai Januari 2027.
Fokus utama program meliputi penambahan pasokan air baku, penataan jaringan distribusi, modernisasi sistem pelayanan, transfer teknologi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu pekerjaan besar yang akan dilakukan adalah pembenahan jaringan distribusi air. Sebagian jaringan utama di Kota Pekalongan diketahui telah dibangun sejak 1941 sehingga kondisinya sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pelayanan saat ini.
Selain faktor usia jaringan, Perumda Air Minum Tirtayasa juga menghadapi kendala karena sebagian jalur distribusi yang dibangun pada periode berikutnya tidak lagi memiliki peta jaringan atau blueprint yang lengkap. Kondisi tersebut menyulitkan pengaturan distribusi air maupun penanganan gangguan di lapangan.
Melalui pendampingan VEI Belanda, pembenahan jaringan akan dilakukan mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Skema pembiayaan juga dinilai sangat membantu karena sekitar 70 persen dukungan berasal dari VEI, sedangkan 30 persen menjadi tanggung jawab Perumda Air Minum Tirtayasa.
Program ini juga diarahkan untuk menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang masih mencapai sekitar 41 persen berdasarkan hasil evaluasi operasional tahun 2024. Penurunan angka kehilangan air diyakini akan meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperbesar pasokan air yang dapat diterima pelanggan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekalongan telah menerima kunjungan VEI Dutch Water Operators yang dipimpin Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab. Pemerintah Kota menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut karena dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan air minum sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air tanah.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Pekalongan, Perumda Air Minum Tirtayasa, PT Tirta Utama (Perseroda) Jawa Tengah, dan VEI Dutch Water Operators, masyarakat diharapkan mulai tahun depan dapat merasakan layanan air bersih yang lebih lancar, kualitas air yang semakin jernih, serta distribusi yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Pekalongan.(han/dit)
Sumber : metropekalongan.com