METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Belajar menjadi barista di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan ternyata tidak hanya soal menghasilkan secangkir kopi yang nikmat. Para peserta juga dibekali ilmu membangun usaha, menghitung keuntungan, hingga mendapatkan pendampingan selama satu tahun agar mampu menjadi wirausahawan mandiri.
Melalui Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Barista, SKB Kota Pekalongan menyiapkan lulusan yang tidak hanya terampil di balik mesin kopi, tetapi juga memahami strategi menjalankan bisnis sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Instruktur PKW Barista, Nur Khilmi Aziz, menjelaskan bahwa peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan akan dibentuk dalam kelompok usaha. Mereka memperoleh bantuan berupa peralatan, bahan baku, serta pendampingan intensif selama satu tahun agar usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Setelah pelatihan selesai, peserta akan kami bentuk menjadi kelompok usaha. Kami support alat dan bahannya, kemudian selama satu tahun akan kami dampingi untuk melihat perkembangan usahanya. Harapannya mereka benar-benar bisa mandiri dan berkembang," ujarnya, Jumat (1/8/2026).
Pelatihan yang berlangsung mulai 17 Juli hingga 13 Agustus 2026 ini dirancang lebih komprehensif dibanding pelatihan barista pada umumnya. Selain mempelajari karakteristik berbagai jenis kopi, peserta juga diajarkan teknik penyeduhan, penggunaan dan perawatan peralatan, manual brewing menggunakan aeropress, hingga seni latte art.
Tidak berhenti pada aspek teknis, peserta juga mendapatkan materi kewirausahaan, mulai dari menghitung harga pokok produksi (HPP), mengelola modal, menentukan keuntungan, hingga menyusun manajemen keuangan sederhana. Bekal tersebut diharapkan membuat lulusan lebih siap membuka usaha secara mandiri.
"Seorang barista tidak cukup hanya mampu menyajikan kopi yang berkualitas, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengelola usaha. Karena itu, aspek kewirausahaan menjadi bagian penting dalam pelatihan ini agar peserta siap membuka usaha sendiri," tegas Aziz.
Program PKW Barista menyasar anak tidak sekolah (ATS) berusia 17 hingga 25 tahun serta penyandang disabilitas. Tahun ini, tiga peserta penyandang tuli turut mengikuti pelatihan bersama peserta lainnya dengan antusias tinggi.
Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, SKB Kota Pekalongan menggandeng Sajian Kopi sebagai mitra pelatihan. Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri kopi dan dunia usaha.
Salah seorang peserta, Ikhsan Fauzi (21), warga Tirto, Pekalongan Barat, mengaku pelatihan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam keterampilan yang selama ini diperolehnya saat bekerja di sebuah kafe.
"Senang karena memang saya suka kopi. Selain dapat ilmu baru, saya juga bisa menambah relasi. Saya berharap nanti kami bisa memanfaatkan bantuan dan pendampingan ini untuk membangun usaha bersama dan mengembangkannya ke depan," ungkapnya.(han/dit)
Sumber : metropekalongan.com