METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Bagi masyarakat yang ingin bekerja di bidang bakery atau memiliki rencana membuka usaha kue dan roti, ada kesempatan menarik yang bisa dimanfaatkan.
Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang membuka Tailor Made Training (TMT) Pembuatan Roti dan Kue secara gratis.
Program yang dibiayai pemerintah ini tidak sekadar mengajarkan cara membuat roti dan kue. Peserta juga akan mendapatkan pengalaman kerja melalui program magang, sehingga keterampilan yang diperoleh bisa menjadi bekal untuk mencari pekerjaan maupun merintis usaha sendiri.
Kepala LPK Nisfisano Pekalongan, Nakiroh, mengatakan pelatihan tersebut menjadi peluang bagi masyarakat yang belum bekerja untuk mendapatkan keterampilan yang bisa langsung digunakan.
“Peserta nantinya tidak hanya mendapatkan keterampilan dari pelatihan, tetapi juga pengalaman melalui magang. Harapannya, setelah selesai mengikuti program, mereka lebih siap untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri,” ungkap Nakiroh, pada Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Tidak Sekedar Praktis, Potongan QRIS kini 0 Persen, UMKM Untung
Baca Juga: Kekerasan di SMP Pemalang, 17 Saksi Diperiksa
Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama 11 hari mulai 8 September 2026. Peserta juga akan mendapatkan kesempatan magang di sebuah tempat usaha.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana aktivitas kerja di bidang pembuatan roti dan kue, mulai dari proses produksi hingga suasana kerja di lingkungan usaha bakery.
Program TMT Pembuatan Roti dan Kue ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pelatihan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pengalaman kerja, sertifikasi dan peluang membuka usaha.
Bukan hanya ilmu dan pengalaman, sejumlah fasilitas juga disiapkan bagi peserta. Di antaranya sertifikat kompetensi BNSP, sertifikat pelatihan elektronik, uang transport, asuransi ketenagakerjaan, pakaian kerja, apron dan topi chef.
Menariknya, hasil praktik selama pelatihan juga dapat dibawa pulang peserta. Fasilitas tersebut membuat program ini bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengumpulkan modal keterampilan sebelum masuk ke dunia kerja atau memulai usaha.
Untuk mengikuti pelatihan ini, masyarakat tidak harus berdomisili di wilayah tertentu. Program tersebut terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah dengan kuota sebanyak 70 peserta.
Baca Juga: Agustus Belum Berakhir, Parkside Mandarin Beri Promo Menarik ini
Baca Juga: Masih Ada Kesempatan, 4 Loker Nakes Dinkes Kota Pekalongan Dibuka, Ini Formasinya
Syaratnya, calon peserta minimal berusia 17 tahun, memiliki akun Siap Kerja, belum bekerja atau sedang menganggur, serta bukan peserta didik aktif yang masih menjalani pendidikan serta menyiapkan sejumlah dokumen data dirim
Peserta juga harus bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sampai selesai. Tidak ada seleksi khusus dalam proses pendaftaran. Namun, peserta usia produktif serta lulusan jenjang SD, SMA dan SMK menjadi prioritas.
Kesempatan ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang selama ini ingin terjun ke bisnis kuliner, tetapi belum memiliki keterampilan dasar membuat produk bakery. Dengan mengikuti pelatihan, peserta dapat belajar sekaligus mengenal praktik kerja secara langsung.
Pendaftaran dibuka hingga 31 Agustus 2026. Sementara pelatihan mulai dilaksanakan pada 8 September 2026. (han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com