METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Berawal dari sebuah perjalanan belajar ke lingkungan di Jakarta, pengurus RT 07 RW 20 Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, membawa pulang sebuah gagasan untuk mengubah lahan terbengkalai menjadi sumber pangan warga.
Gagasan itu kini tumbuh di Kluster Satria Medono (KSM) Gemilang melalui Eco Farm. Lahan fasilitas umum dan sebagian tanah milik warga yang dipinjamkan disulap menjadi ruang hijau produktif yang memadukan tanaman pangan, budidaya ikan, hingga ternak ayam.
Ketua RT setempat, Tony, menuturkan konsep Eco Farm mulai dikembangkan sejak akhir Februari 2026. Sebelum memulainya, pengurus RT terlebih dahulu melihat langsung penerapan konsep serupa di Jakarta.
Namun, konsep yang dibawa pulang tidak serta-merta ditiru begitu saja. Pengurus menyesuaikannya dengan luas lahan, kondisi lingkungan, kemampuan warga, serta potensi pangan yang dapat dikembangkan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Gandeng Talenta Lokal Percantik Wajah Kota
“Kita ingin berkontribusi ke alam, minimal untuk Kota Pekalongan. Artinya, hijaunya Pekalongan, langit birunya Pekalongan, dan bebas banjirnya Pekalongan, ada kontribusi dari kita walaupun sedikit,” kata Tony, Senin (7/9/2026).
“Kita ingin berkontribusi ke alam, minimal untuk Kota Pekalongan. Artinya, hijaunya Pekalongan, langit birunya Pekalongan, dan bebas banjirnya Pekalongan, ada kontribusi dari kita walaupun sedikit,” kata Tony, Senin (7/9/2026).
Dari lahan yang tersedia, warga mulai menanam berbagai komoditas. Cabai, melon, kangkung, dan sejumlah tanaman pangan lainnya tumbuh berdampingan di kawasan Eco Farm.
Tidak berhenti pada tanaman, warga juga membangun kolam untuk budidaya ikan. Ke depan, kolam tersebut diproyeksikan dikembangkan untuk membudidayakan ikan nila.
Di sisi lain, ternak ayam menjadi bagian lain dari upaya membangun kemandirian pangan. Telur yang dihasilkan disediakan bagi warga dengan mekanisme pengambilan dan pembayaran secara mandiri.
Baca Juga: Kemarau Rawan Kebakaran, Warga Kota Pekalongan Bisa Latihan Gratis Penanganan
Konsepnya sederhana: pangan diproduksi sedekat mungkin dengan warga yang akan mengkonsumsinya. Hasil kebun dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, sementara hasil peternakan menjadi tambahan sumber pangan dari lingkungan sendiri.
Konsepnya sederhana: pangan diproduksi sedekat mungkin dengan warga yang akan mengkonsumsinya. Hasil kebun dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, sementara hasil peternakan menjadi tambahan sumber pangan dari lingkungan sendiri.
“Konsep kita, ketahanan pangan dan lingkungan menjadi satu. Minimal warga RT bisa menikmati sayur dan ikan dari lingkungan sendiri,” ujarnya.
Pengelolaan Eco Farm dilakukan secara gotong royong. Tim ketahanan pangan dan Eco Farm melibatkan sekitar lima hingga tujuh warga yang aktif mengurus kawasan tersebut, dengan dukungan tenaga kebersihan.
Ke depan, pengurus RT, sebut Tony ingin memperluas jenis tanaman dan komoditas budidaya. Gagasan yang lebih besar pun mulai disiapkan, yakni menjadikan Eco Farm sebagai cikal bakal lumbung pangan di tingkat RT.
“Kalau ini berhasil, cita-cita saya konsep ini bisa menjadi lumbung pangan. Bisa kita transfer ilmunya ke lingkungan lain, bahkan kalau memungkinkan hasilnya juga bisa dijual ke luar,” pungkas Tony.(han)
Sumber : metropekalongan.com