Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

550 Calon Jamaah Haji Kabupaten Pekalongan Masuk Kategori Berisiko Tinggi, Begini Pesan Bupati dan Penjelasan Kemenag

Nanang Rendi Ahmad • Rabu, 8 Mei 2024 | 05:00 WIB
MANASIK: Ratusan calon jamaah haji Kabupaten Pekalongan saat mengikuti manasik haji tingkat kabupaten di Kajen, Senin (6/4/2024).
MANASIK: Ratusan calon jamaah haji Kabupaten Pekalongan saat mengikuti manasik haji tingkat kabupaten di Kajen, Senin (6/4/2024).

 

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sebanyak 550 orang calon jamaah haji asal Kabupaten Pekalongan masuk dalam kategori berisiko tinggi.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) siapkan sejumlah skenario pendampingan atas mereka.

Terlebih karena ada kemungkinan fenomena cuaca panas yang melanda sejumlah negara Asia.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan Imam Tobroni mengatakan, calon haji berisiko tinggi ini bukan melulu orang lanjut usia (lansia).

Melainkan calon jamaah haji yang tengah menderita sakit dan membutuhkan pendampingan.

"Baik pendampingan obat, alat, hingga pendampingan orang. Jadi kami siapkan semua pendampingan itu," jelasnya.

Tak hanya untuk yang berisiko tinggi, skenario pendampingan juga akan disematkan pada calon jamaah haji lansia.

Imam mengungkapkan, tidak ada penambahan kuota untuk petugas pendamping haji. Jumlahnya masih sama dengan tahun lalu.

"Namun kapasitas mereka kami tingkatkan. Sudah kami bekali lewat pelatihan-pelatihan," ujarnya.

Imam menambahkan, total ada 864 calon haji asal Kabupaten Pekalongan yang akan berangkat tahun ini.

Mereka akan dibagi dalam tiga kloter pemberangkatan. Pertama kloter 34 yang pemberangkatannga digabung dengan Kabupaten Pemalang.

Lalu kloter 35 utuh dari Kabupaten Pekalongan. Terakhir kloter 36 yang digabung dengan calon haji dari Kabupaten Batang.

"Calon haji yang termuda ada, dia usia 21 tahun. Lalu yang tertua usia 92 tahun,"ungkapnya.

Sementara itu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berpesan calon jamaah haji jangan terlalu menggantungkan makanan dari Kemenag. Terutama para lansia dan yang berisiko tinggi.

"Karena pengalaman tahun lalu saya lihat ada keterlambatan pengiriman makanan, sementara di sana yang jual makanan juga jauh-jaug. Jadi kalau bisa bawa bekal yang cukup," pesannya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #haji #Fadia Arafiq #kemenag