METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Di balik semangat menunaikan rukun Islam kelima, ratusan calon jemaah haji (Calhaj) asal Kota Pekalongan berjuang menuntaskan pelunasan biaya.
Bukan sekadar soal angka, namun juga tentang harapan, keteguhan hati, dan waktu yang kian mendesak.
Musim haji 2025 semakin dekat, dan semangat para calon jemaah haji asal Kota Pekalongan pun tak surut.
Hingga Senin malam 14 April 2025, tercatat sebanyak 345 orang dari total 382 jemaah reguler dan lansia telah berhasil melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH]).
Mereka melunasi dalam dua tahap pelunasan yang dibuka Kementerian Agama (Kemenag).
Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan, H Kasiman Mahmud Desky melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Antono, menyampaikan, jumlah tersebut setara dengan 90,31 persen dari total kuota jamaah tahun ini.
“Dari jumlah itu, 320 orang melunasi di tahap pertama, dan 25 orang di tahap kedua. Selain itu, ada 35 jemaah cadangan yang juga sudah melunasi,” ungkap Antono saat dihubungi Selasa 15 April 2025.
Pelunasan biaya haji reguler dibuka dalam dua gelombang. Tahap pertama ditutup 14 Maret, dan tahap kedua dibuka sejak 24 Maret hingga 17 April 2025 mendatang.
Antono mengingatkan keoada para jemaah haji yang belum melunasi untuk memanfaatkan waktu yang tersisa.
“Kami sangat berharap, waktu yang masih tersisa ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Semakin cepat dilunasi, semakin besar peluang berangkat tahun ini,” tegasnya.
Meskipun mayoritas jamaah telah melunasi BIPIH, masih ada sejumlah calhaj yang belum menyelesaikan pembayaran karena berbagai alasan.
Mulai dari tidak lolos tes kesehatan, kendala keuangan, pengunduran diri, hingga meninggal dunia.
Sementara itu, dari total 111 jemaah cadangan yang berhak melunasi, baru 35 orang yang telah menyelesaikan prosesnya.
“Kami tetap akan mengusulkan keberangkatan jamaah cadangan sesuai dengan nomor urut,” ujar Antono.
Dibalik angka dan persentase, tersimpan harapan besar dari masyarakat Pekalongan yang ingin menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Bagi sebagian besar umat Islam, ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tapi juga pencapaian seumur hidup.
Dengan waktu pelunasan yang semakin mendekati batas akhir, pemerintah melalui Kemenag terus mendorong jemaah haju untuk segera menuntaskan proses administrasi.
Harapannya, kuota jemaah haji asal Kota Pekalongan tahun 2025 dapat terserap 100 persen.
“Mewujudkan mimpi ke Baitullah bukan hanya soal biaya, tapi juga kesiapan jiwa. Mari manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” tutupnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla