METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Sebanyak 345 calon jemaah haji (calhaj) asal Kota Pekalongan dan petugas pendamping mulai menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Ini sebagai bagian dari penilaian istitha’ah atau kelayakan fisik dan mental menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 2025 ini.
Pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan.
Proses skrining kesehatan ini menjadi tahap penting sebelum jamaah dinyatakan layak untuk berangkat ke tanah suci.
Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto melalui Kabid Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dita Rasnasuri, menyebutkan, pemeriksaan berlangsung dalam dua tahap.
“Pemeriksaan tahap pertama dilakukan setelah jemaah haji mendapatkan kursi keberangkatan. Kami melibatkan 14 Puskesmas di Kota Pekalongan untuk melakukan skrining awal,” ujar Dita saat ditemui, baru-baru ini.
Dalam tahap pertama ini, calhaj menjalani serangkaian pemeriksaan mulai dari riwayat medis, fisik, laboratorium kimia darah, EKG, rontgen paru, penilaian kemandirian, hingga asesmen kesehatan jiwa.
Pemeriksaan ini penting mengingat banyaknya calon jemaah haji lansia yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan jantung.
Jika ditemukan kondisi medis tertentu, calon jamaah akan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.
Setelah stabil dan dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah, barulah mereka bisa melanjutkan ke tahap kedua.
Tahap kedua dijadwalkan pada 17–22 April 2025, mencakup vaksinasi wajib bagi jamaah haji.
Vaksin meningitis dan polio diberikan minimal dua minggu sebelum keberangkatan sebagai upaya pencegahan penyakit menular selama berada di Arab Saudi.
“Vaksinasi ini wajib. Meningitis mencegah peradangan selaput otak, sedangkan polio melindungi dari penyakit yang bisa sebabkan kelumpuhan,” jelas Dita.
Vaksinasi dipusatkan di 14 Puskesmas. Namun, karena keterbatasan stok, prioritas diberikan kepada jemaah yang sudah fiks berangkat dan lolos istitha’ah. Jamaah cadangan akan menyesuaikan ketersediaan dosis.
Dita menambahkan, seluruh tahapan ini dirancang untuk memastikan jemaah menjalankan ibadah haji dengan kondisi kesehatan prima.
Dengan demikian siap secara fisik menjalani rangkaian ibadah selama lebih dari 40 hari.
“Harapan kami, seluruh jamaah asal Kota Pekalongan bisa berangkat dengan sehat, ibadahnya lancar, dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat,” tutupnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla