Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Inspektorat Kemenag Kawal Ketat Layanan Haji 2025, Pastikan Jemaah Haji Tersenyum hingga Akhir

Ida Nor Layla • Jumat, 16 Mei 2025 | 23:51 WIB
PENGAWASAN INTENSIF : Inspektur Jenderal Kemenag, Khairunnas, dalam konferensi pers yang digelar Jumat 16 Mei 2025.
PENGAWASAN INTENSIF : Inspektur Jenderal Kemenag, Khairunnas, dalam konferensi pers yang digelar Jumat 16 Mei 2025.

METROPEKALONGAN.COM, Jakarta – Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) terus mengawal dan melakukan pengawasan ketat pelayanan ibadah haji Indonesia.

Bahkan, terus memastikan jemaah haji Indonesia tersenyum mulai di awal, tengah, dan hingga akhir ibadah haji.

“Pengawasan ini untuk memastikan jemaah haji tersenyum di awal, tengah, dan akhir ibadah haji. Itu arahan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang kami pegang,” kata Inspektur Jenderal Kemenag, Khairunnas, dalam konferensi pers yang digelar Jumat 16 Mei 2025.

Pengawasan ini dilakukan untuk memperkuat layanan ibadah haji Indonesia dengan pengawasan intensif dari tahap persiapan di Tanah Air hingga pelaksanaan di Arab Saudi.

Hingga Jumat pagi 16 Mei 2025, tercatat 99.354 jemaah haji reguler telah tiba di Arab Saudi. Ini setara dengan 48,57 persen dari total kuota jemaah haji reguler 2025.

 

Layanan Embarkasi Dinilai Baik

Sebanyak 14 tim Inspektorat Jenderal telah diterjunkan ke seluruh embarkasi di Indonesia.

Pengawasan dilakukan sejak masa pra-operasional dengan fokus pada kesiapan asrama haji dan mitigasi risiko layanan.

“Hasil pengawasan menunjukkan semua layanan berjalan sesuai SOP. Beberapa kendala teknis seperti AC, jalur kursi roda, dan pasokan air sudah ditangani cepat,” jelas Khairunnas.

Survei kepuasan jemaah per 16 Mei mencatat nilai 83,04 dengan predikat baik. Ini dinilai sebagai indikator keberhasilan perbaikan layanan yang dilakukan PPIH dan tim pengawas.

Masalah Teknis di Arab Saudi Direspons Cepat

Di Arab Saudi, pengawasan dilakukan sejak kloter pertama tiba pada 2 Mei 2025. Layanan Mecca Route disebut sangat membantu karena memangkas antrean imigrasi.

Namun, beberapa tantangan tetap muncul, seperti keterlambatan distribusi koper dan pemisahan sementara anggota kloter.

“Tim langsung mengatur ulang akomodasi, memastikan suami-istri tetap satu hotel dan lansia tetap didampingi,” jelasnya.

 

Masukan Jemaah Jadi Bahan Evaluasi

Kemenag juga menerima masukan soal makanan. “Beberapa jemaah mengeluhkan tekstur nasi, rasa pedas, dan menu yang kurang cocok untuk lansia. Kami langsung minta pihak katering melakukan penyesuaian,” kata Khairunnas.

Masalah distribusi Kartu Nusuk juga ditanggapi serius. Meski belum seluruh jemaah menerima kartu, pihak Syarikah telah menyiapkan tanda pengenal sementara dan pendampingan ke Masjidil Haram agar jemaah tetap bisa beribadah.

 

Komitmen Petugas Jadi Kunci

Khairunnas menegaskan pentingnya integritas petugas haji. “Niat tulus, disiplin, dan kekompakan adalah kunci pelayanan. Petugas harus bekerja dengan semangat ibadah, bukan sekadar menjalankan tugas,” ujarnya.

Kemenag memastikan pengawasan akan terus berjalan secara berkala demi kelancaran penyelenggaraan haji. (*/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Inspektorat Jendral Kemenag #haji 2025 #Pelayanan Ibadah Haji