METROPEKALONGAN.COM, Madinah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah terus berupaya mengoptimalkan penanganan jemaah haji yang terpisah dari rombongan.
Tujuannya agar bisa segera diberangkatkan menuju Makkah, setelah melakukan ibadah sunah arbain di Masjid Nabawi Madinah.
Daker Madinah telah menyiapkan hotel khusus sebagai tempat menginap jemaah haji sembari menunggu jadwal keberangkatan mereka ke Kota Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Hal ini disampaikan Kepala Daker Madinah M Lutfi Makki usai meninjau hotel tempat menginap jemaah haji yang terpisah dari rombongannya di Madinah, Jumat 16 Mei 2025.
“PPIH concern dalam memfasilitasi jemaah haji yang terpisah rombongan. Kami siapkan hotel khusus sebagai tempat menginap mereka selama menunggu jadwal keberangkatan menuju Makkah,” kata Lutfi Makki.
Operasional haji di Daker Madinah sudah memasuki hari ke-15 sejak kedatangan jemaah Indonesia pada 2 Mei 2025.
Ada beberapa faktor penyebab. Selain beda Syarikah, juga ada jemaah yang tertunda keberangkatannya karena paspornya belum ditemukan oleh pihak Syarikah.
Sebab, selama di Arab Saudi, paspor jemaah haji Indonesia disimpan oleh pihak Syarikah.
“Untuk yang beda syarikah, secara bertahap sudah kami berangkatkan sesuai dengan Syarikahnya menuju Makkah. Untuk jemaah yang belum ketemu paspornya, kami akan ajukan Surat Perjalanan Laksana Paspor atau SPLP ke Konjen RI di Jeddah agar jemaah haji yang bersangkutan bisa segera diberangkatkan ke Makkah,” sambungnya.
Makki mengapresiasi kesabaran dan ketertiban jemaah haji Indonesia, meski keberangkatan mereka ke Makkah tertunda.
Menurutnya, PPIH Daker Madinah terus berupaya optimal, intensif berkoordinasi dengan pihak Syarikah, agar jemaah bisa segera berangkat ke Makkah.
Terkait jemaah kloter 10 embarkasi Surabaya (SUB 10) yang kopernya diturunkan kembali setelah masuk bus pada 13 Mei 2025, Makki menjelaskan, itu terjadi karena adanya miskomunikasi dengan pihak Syarikah.
Makki bersyukur masalahnya bisa diselesaikan. Rombongan jemaah SUB 10 sudah diberangkatkan ke Makkah pada hari itu juga.
Total ada 264 jemaah haji dan mereka diberangkatkan ke Makkah dengan enam armada bus Rabitat.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kesabaran jemaah haji. Sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas tertundanya keberangkatan mereka ke Makkah. Daker Madinah terus berupaya agar semua layanan bisa diberikan kepada jemaah haji,” papar Makki.
Daker Madinah memasuki fase akhir kedatangan jemaah haji gelombang pertama.
Hari ini dijadwalkan ada enam belas kloter yang akan tiba di Madinah.
Selanjutnya, Daker Madinah akan fokus pada pemberangkatan jemaah haji dari Madinah ke Makkah hingga 24 atau 25 Mei 2025. (*/ida)
Editor : Ida Nor Layla