Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ini Peran Kunci Petugas Embarkasi dalam Keberangkatan Haji Gelombang II

Ida Nor Layla • Senin, 19 Mei 2025 | 04:00 WIB
PASTIKAN KELANCARAN HAJI : Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, M. Zein, dalam konferensi pers hari ke-18 penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M di Jeddah.
PASTIKAN KELANCARAN HAJI : Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, M. Zein, dalam konferensi pers hari ke-18 penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M di Jeddah.

METROPEKALONGAN.COM, Jeddah - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) mengingatkan pentingnya peran petugas haji di embarkasi.

Terutama dalam memastikan kelancaran keberangkatan jemaah haji gelombang kedua ke Arab Saudi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, M. Zein, dalam konferensi pers hari ke-18 penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M di Jeddah.

Menurut M. Zein, gelombang kedua yang mulai diberangkatkan sejak 16 Mei 2025 menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah, memiliki karakteristik khusus yang memerlukan perhatian ekstra dari petugas embarkasi.

“Sistem pra-manifest akan terkunci otomatis lima jam sebelum take-off. Karena itu, petugas embarkasi harus memastikan semua data jemaah haji sudah benar dan tervalidasi. Begitu sistem terkunci, tidak ada lagi ruang koreksi,” tegas Zein.

Ia menekankan, verifikasi data jemaah haji adalah titik awal yang sangat menentukan kelancaran proses di bandara Saudi.

Jika ada kesalahan, bukan hanya berdampak pada jemaah bersangkutan, tapi bisa mengganggu keseluruhan sistem penerbangan dan pelayanan imigrasi.

 

Penandaan Visual Jadi Tugas Krusial

Tugas lain yang menjadi sorotan adalah pemberian penanda visual bagi jemaah berdasarkan layanan syarikah.

Setiap jemaah haji wajib ditempeli stiker warna pada paspor dan diikatkan pita warna pada tas mereka.

“Petugas embarkasi harus memahami dan melaksanakan skema penandaan ini secara disiplin. Ini penting agar tidak terjadi kekeliruan rute pelayanan setibanya di Jeddah, terutama bagi kloter dengan layanan syarikah campuran,” jelasnya.

 

Pastikan Jemaah Haji Sudah Berpakaian Ihram sebelum Naik Pesawat

Karena seluruh jemaah gelombang kedua langsung menuju Makkah tanpa transit di Madinah, mereka wajib berpakaian ihram sejak dari embarkasi.

Petugas diminta memberikan bimbingan terakhir tentang manasik ihram dan memastikan semua jemaah sudah mengenakan pakaian ihram serta melafalkan niat sebelum naik pesawat.

“Kesalahan di titik ini bisa berakibat fatal bagi keabsahan ibadah. Petugas harus hadir sebagai pendamping ibadah, bukan sekadar pelaksana teknis,” ujar Zein.

 

Pastikan Setiap Jemaah Siapkan Kartu Nusuk Secara Digital

Petugas juga ditugaskan memastikan jemaah haji memahami penggunaan Kartu Nusuk yang menjadi identitas digital selama berada di Arab Saudi.

Khusus bagi jemaah haji lansia atau yang belum terbiasa dengan teknologi, petugas diminta memberikan pendampingan intensif.

 

Sinergi dari Tanah Air Kunci Layanan di Tanah Suci

Menutup keterangannya, Zein menyatakan, kualitas penyelenggaraan haji di Arab Saudi sangat ditentukan oleh kesiapan dari tanah air, khususnya oleh petugas embarkasi.

“Kita percaya bahwa sinergi dan disiplin dari para petugas, dimulai sejak embarkasi, adalah fondasi dari pelayanan haji yang aman, nyaman, dan mabrur,” tandasnya. (*/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#haji 1446 H 2025 M #haji 2025 #Kemenag 2025 #embarkasi #arab saudi