Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ini Penjelasan Musytasyar Dinny KH Moqsith tentang Wukuf di Arafah dan Keutamaannya

Ida Nor Layla • Sabtu, 24 Mei 2025 | 05:00 WIB
Musytasyar Diny PPIH Arab Saudi, KH Abdul Moqsith Ghazali
Musytasyar Diny PPIH Arab Saudi, KH Abdul Moqsith Ghazali

METROPEKALONGAN.COM, Makkah – Wukuf di Arafah menjadi bagian terpenting dalam pelaksanaan ibadah haji.

Tidak sah haji seseorang tanpa wukuf di Arafah, sehingga semua jemaah haji wajib untuk wukuf di Arafah, baik yang sehat maupun yang sakit.

Musytasyar Diny PPIH Arab Saudi, KH Abdul Moqsith Ghazali mengatakan, wukuf di Arafah menjadi salah satu rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan oleh jemaah haji dari seluruh dunia.

Arafah ini memilki beberapa makna, di antaranya adalah sebagai ruang perjumpaan antara Nabi Adam dan Siti Hawa.  Arafah menjadi ruang bagi mereka untuk saling mengenal kembali setelah berpisah ratusan tahun.

Makna kedua, Arafah adalah tempat Malaikat Jibril untuk memperkenalkan ritus-ritus tempat menunaikan ibadah haji dan manasik haji kepada Nabi Ibrahim.

Lalu Jibril bertanya kepada Ibrahim, "Apakah kamu mengetahui?".  Kemudian Ibrahim menjawab "Araftu, saya mengenalnya." "Makanya dikenal sebagi Arafah," kata Moqsith.

 

Arafah Sebaik-Baik Tempat Berdoa

Wukuf di Arafah dimulai dari tanggal 9 Dzulhijjah setelah tergelincir matahari hingga 10 Dzulhijjah fajar.

Moqsith menjelaskan, selama wukuf di Arafah, tidak ada bacaan wajib, sebagaimana ibadah salat. Seluruh ibadah haji adalah rukun fi'li (tindakan), tidak seperti salat yang mewajibkan rukun qauli (ucapan seperti membaca takbir, Alfatihah, dan lainnya).

Untuk ibadah fi'li tindakan wukuf ini, lanjut Moqsith, adalah tindakan yang pasif, tidak aktif seperti tawaf atau sa'i.

"Saat wukuf, jemaah haji cukup berdiam diri saja. Jemaah cukup duduk, berdoa dan berdzikir kepada Allah Swt. Meminta semua yang dibutuhkan oleh jemaah," kata Moqsith.

Moqsith mengatakan, Arafah adalah bukan bagian dari Makkah, berbeda dengan Muzdalifah dan Mina yang masih menjadi bagian dari Makkah.

Namun Nabi Muhammad saw bersabda, sebaik-baik doa adalah dk Arafah. Karena itu, Moqsith mengimbau kepada jemaah agar memanjatkan doa sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya saat wukuf.

"Arafah adalah perjumpaan langsung anatar Allah dan hamba-Nya. Maka berdoalah sebaik mungkin. Mendoakan orang lain dengan baik," kata Moqsith.

Mengingat sucinya wukuf ini, Moqsith mengimbau jemaah, selama di Arafah agar tidak mencaci orang lain.

"Berdoa yang baik saja untuk orang lain, jangan mencaci dan Jangan melakukan melaknat. Karena Nabi Muhammad saw bersabda, tidak boleh mencaci ayam, karena ia yang membangunkan kita saat subuh, apalagi mencaci orang lain. Jangan juga bertransaksi jual barang saat wukuf di Arafah," kata Moqsith.

 

Tidak Keluar Tenda

Selama di Arafah, jemaah akan salat Dzuhur berjamaah dan mendengarkan khutbah, dilanjutkan berdoa. Selain berdoa, jemaah diimbau untuk memperbanyak zikir dan membaca Alquran.

Moqsith mengimbau jemaah agar selama di Arafah, jemaah cukup berdiam diri di dalam tenda.

"Karena cuaca ekstrem,kami imbau jemaah untuk wukuf di dalam tenda. Kecuali ingin ke toilet," pesannya.

Baca Juga: Imbau Gunakan Masker, Cuaca Panas dan Kepadatan Jemaah Haji Picu Lonjakan Kasus ISPA 

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, jemaah haji wajib menjaga larangan ihram saat wukuf Arafah.

"Seluruh jemaah haji wajib meninggalkan hal-hal yang diharamkan Ihram saat wukuf di Arafah," pungkasnya. (*/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#haji 1446 H 2025 M #wukuf di arafah #haji 2025 #Jemaah haji indomesia