Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Jelang Wukuf di Padang Arafah, Ini Pesan Khusus untuk Jemaah Haji Perempuan

Ida Nor Layla • Minggu, 25 Mei 2025 | 06:10 WIB
WUKUF : Jemaah haji Indonesia saat menjalankan wukuf di Padang Arafah, tahun lalu.
WUKUF : Jemaah haji Indonesia saat menjalankan wukuf di Padang Arafah, tahun lalu.

METROPEKALONGAN.COM, Makkah - Wukuf di Padang Arafah adalah momen paling sakral dalam ibadah haji.

Di sinilah para jemaah haji berkumpul, bermunajat, dan memperbanyak doa sebagai puncak dari seluruh rangkaian manasik.

Namun bagi jemaah haji perempuan, ada sejumlah hal khusus yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap sah dan terasa nyaman. 

Musytasyar Dini yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ny. Hj. Badriyah Fayumi, menyampaikan, haji adalah bentuk jihad bagi perempuan.

“Perempuan yang berhaji telah melakukan pengorbanan besar, meninggalkan keluarga, rutinitas harian, dan menempuh perjalanan panjang demi memenuhi panggilan Ilahi,” ujarnya, Sabtu 24 Mei 2025.

Menjelang wukuf, Badriyah mengingatkan jemaah haji perempuan untuk memperhatikan lima hal penting berikut ini:

Dengan begitu, mereka tetap bisa ikut wukuf tanpa harus tergesa-gesa menyelesaikan umrah lebih dulu.

“Niatkan haji qiran, ikuti wukuf, lalu lanjutkan rangkaian ibadah. Umrah bisa dilakukan setelah suci,” tambahnya.

 

  1. Antisipasi dengan Pembalut atau Pampers

Selama wukuf, antrean di toilet biasanya sangat panjang. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Badriyah menyarankan jemaah haji perempuan mengenakan pembalut atau pampers.

“Ini bukan soal kenyamanan semata, tapi juga menjaga kesucian pakaian ihram. Setelah ada kesempatan, barulah bersuci dan mengganti,” jelasnya.

 

  1. Masker dan Aurat Saat Ihram

Secara fikih, perempuan tidak diperkenankan menutup wajah dan telapak tangan saat ihram.

Namun dalam kondisi tertentu seperti cuaca ekstrem atau risiko penularan penyakit ISPA, penggunaan masker diperbolehkan.

“Kalau demi menjaga kesehatan, itu tidak mengapa. Tapi kalau ingin lebih berhati-hati, bisa membayar fidyah dengan puasa tiga hari atau sedekah kepada enam fakir miskin,” ujarnya.

Adapun membuka jilbab di hadapan sesama perempuan saat ihram tidak termasuk pelanggaran.

Namun tetap disarankan menjaga aurat selama ihram sebagai bentuk kehati-hatian dalam beribadah.

Baca Juga: Petugas Siaga di Masjidil Haram 24 Jam, Pastikan Layanan Jemaah Haji Aman dan Nyaman 

 

  1. Hemat Tenaga, Gandakan Ibadah

Menjelang Armuzna, banyak aktivitas fisik menanti. Oleh karena itu, Jemaah haji, khususnya Perempuan, dianjurkan menyimpan tenaga.

“Kita masih punya waktu dua pekan menuju Armuzna. Gunakan waktu ini untuk ibadah yang ringan tapi berpahala besar, seperti zikir, tadarus, sedekah, doa, sabar, dan pengendalian diri,” pesan Badriyah.

 

  1. Hindari Perdebatan, Perkuat Keikhlasan

Tak jarang, perbedaan pendapat fikih menjadi bahan perdebatan di kalangan Jemaah haji. Badriyah mengimbau agar hal ini dihindari.

“Pilihlah pendapat yang paling menenangkan hati. Jangan habiskan waktu untuk memperdebatkan hal yang tidak perlu. Fokuslah pada niat dan keikhlasan,” tuturnya.

Di akhir pesannya, Badriyah mengajak jemaah perempuan untuk menjadikan wukuf sebagai titik balik spiritual.

Baca Juga: Jemaah Haji Dilarang Lakukan Penyembelihan Dam/Hadyu di RPH Kota Makkah 

“Ketika kita lelah berjalan menuju Jamarat, niatkan sebagai langkah menuju Allah. Ketika kita melepaskan kenyamanan saat ihram, niatkan sebagai tanda cinta kepada-Nya. Semoga semua pengorbanan ini mengantarkan kita menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya. (*/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Makkah Al Mukarramah #haji 2025 #wukuf di padang arafah #Madinah ke Mekkah #Jemaah haji indomesia