Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Mulai 1 Juni 2025, Operasional Bus Shalawat Dihentikan Sementara, Makanan Siap Saji Didistribusikan

Ida Nor Layla • Minggu, 1 Juni 2025 | 00:57 WIB
PUNCAK HAJI : Menjelang puncak haji 9 Zulhijjah 1446 H/ 5 Juni 2025, PPIH Arab Saudi mengumumkan penghentian sementara Bus Shalawat mulai 1 Juni 2026.
PUNCAK HAJI : Menjelang puncak haji 9 Zulhijjah 1446 H/ 5 Juni 2025, PPIH Arab Saudi mengumumkan penghentian sementara Bus Shalawat mulai 1 Juni 2026.

METROPEKALONGAN.COM, Makkah - Menjelang puncak haji tanggal 9 Zulhijjah 1446 H/ 5 Juni 2025, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengumumkan penghentian sementara Bus Shalawat mulai 1 Juni 2026.

Selain itu, PPIH Arab Saudi mendistribusikan makanan siap saji untuk dikonsumsi jemaah pada tanggal 7,8 dan 13 Zulhijjah 1446 H.

Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Arfi Hatim menginformasikan, layanan bus shalawat akan dihentikan sementara mulai Minggu, 5 Zulhijjah 1446 H atau 1 Juni 2025, pukul 12.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Penghentian ini dilakukan karena seluruh armada bus akan ditarik oleh otoritas Arab Saudi untuk dipersiapkan mengangkut jemaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Layanan bus shalawat akan kembali beroperasi pada Selasa, 14 Zulhijjah 1446 H atau 10 Juni 2025, pukul 00.00 dini hari WAS," terang Arfi Hatim.

SIAP SAJI : PPIH Arab Saudi menyediakan makanan siap saji yang hieginis dan menu yang sehat.
SIAP SAJI : PPIH Arab Saudi menyediakan makanan siap saji yang hieginis dan menu yang sehat.

Dengan penghentian sementara operasional bus shalawat ini, pihaknya mengimbau agar jemaah memperbanyak ibadah di hotel dan berfokus pada persiapan puncak ibadah haji.

'Kami sangat memahami keinginan jemaah haji untuk tetap memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Namun, pada masa jeda layanan ini, kami mohon jemaah haji tetap beribadah di hotel masing-masing,” harapnya.

Saat ini semuanya fokus pada persiapan puncak ibadah haji yang akan tiba 5 hari mendatang.

“Isi hari-hari dengan ibadah yang minim tenaga, tetapi maksimal pahala, seperti berdzikir, membaca Alquran, atau memperdalam ilmu manasik dan makna ibadah haji yang kita lakukan," ucapnya.

 

Distribusi Makanan Siap Saji

Menjelang Armuzna, distribusi makanan kotak di hotel juga akan dihentikan.

Makanan untuk jemaah haji diganti dengan makanan siap saji yang sedang dan akan secara bertahap dibagikan kepada jemaah. 

Hatim mengatakan, jelang Armuzna, Kota Makkah akan padat dan sulit untuk mendistribusi makanan.

"Oleh karena itu, untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah haji tetap terpenuhi selama masa terbatas ini, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan makanan siap saji (ready to eat) yang sudah dipastikan cukup gizi, higienis, praktis dan insyaAllah sesuai dengan selera jemaah haji Indonesia," katanya.

BUS Shalawat : Sekretaris Dirjen PHU Kemenag, Arfi Hatim menginformasikan, layanan bus shalawat akan dihentikan sementara mulai Minggu, 5 Zulhijjah 1446 H atau 1 Juni 2025, pukul 12.00 WAS.
BUS Shalawat : Sekretaris Dirjen PHU Kemenag, Arfi Hatim menginformasikan, layanan bus shalawat akan dihentikan sementara mulai Minggu, 5 Zulhijjah 1446 H atau 1 Juni 2025, pukul 12.00 WAS.

Makanan siap saji ini dikonsumsi diberikan untuk enam kali makan, yaitu :

- 7 Zulhijjah / Selasa, 3 Juni 2025 sejumlah 3 kali makan dengan menu pagi : Nasi Uduk;  menu siang: Nasi Putih dan Semur Daging; dan menu malam : Nasi Putih dan Semur Ayam.

- 8 Zulhijjah / Rabu, 4 Juni 2025 sekali makan dengan menu Pagi : Nasi Uduk. (siang dan berikutnya jemaah haji akan dapat konsumsi di Arafah).

-13 Zulhijjah / Senin, 9 Juni 2025, dua kali makan dengan menu siang : Nasi Putih dan Opor Ayam dan menu malam: Nasi Putih dan Rendang Ayam.

Hatim menjelaskan, makanan siap saji ini dapat langsung dikonsumsi. Namun, supaya lebih enak, untuk nasi disarankan untuk direndam 5 - 10 menit sebelum dimakan. Sementara lauknya bisa disantap tanpa dipanaskan terlebih dahulu.

"Kami ingatkan bahwa begitu kemasan dibuka, makanan harus segera dikonsumsi. Tidak boleh disisakan untuk dimakan berikutnya. Hal ini demi menjaga kualitas makanan," jelasnya.

Baca Juga: Fase Gelombang I Madinah Selesai, Layanan 103.806 Jemaah Haji Berjalan Lancar

Persiapan Menuju Arafah

Jemaah akan mulai bergerak menuju Arafah pada Rabu, 4 Juni 2025. Hatim mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Dia menyebutkan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu :

* Jaga stamina. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang tersedia;

* Siapkan perlengkapan sejak malam sebelumnya, seperti pakaian ihram, identitas diri (misalnya kartu Nusuk), obat-obatan pribadi, masker, dan pelindung panas, buku doa, AlQuran, telepon seluler, charger, power bank dan lain sebagainya;

* Ikuti arahan petugas kloter dan sektor. Jangan panik, karena pemberangkatan dilakukan secara bertahap;

* Bawa bekal air minum dan makanan ringan jika diperlukan.

Baca Juga: Jelang Wukuf di Padang Arafah, Ini Pesan Khusus untuk Jemaah Haji Perempuan 

Arfi Hatim mengajak seluruh jemaah haji untuk menyambut puncak haji dengan penuh ketenangan dan keikhlasan.

Ia juga meminta seluruh petugas siap mendampingi dan memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan khusyuk.

"Semoga Allah SWT memudahkan setiap tahapan ibadah kita, menerima semua amal, dan menjadikan kita semua haji yang mabrur," pungkasnya. (*/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#haji 1446 H 2025 M #haji 2025 #PPIH Arab Saudi 2025 #Bus Shalawat Gratis #Jemaah haji indomesia