Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Satu Jemaah Wafat di Pesawat, Pemkot Pekalongan Pilih Sambut Haji Tanpa Seremoni agar Cepat Bertemu Keluarga

Lutfi Hanafi • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:24 WIB
ist
SAMBUT JAMAAH HAJI - Walikota Aaf saat menyambut jamaah haji Kota Pekalongan saat tiba di  Halaman GOR Jetayu, Selasa dini hari (9/6/2026).
ist SAMBUT JAMAAH HAJI - Walikota Aaf saat menyambut jamaah haji Kota Pekalongan saat tiba di  Halaman GOR Jetayu, Selasa dini hari (9/6/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Suasana haru menyelimuti kepulangan jemaah haji Kota Pekalongan tahun 2026.

Di tengah rasa syukur atas tibanya para tamu Allah di tanah air, kabar duka turut menyertai rombongan. Setelah satu jemaah dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan pulang di pesawat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memilih tidak menggelar penyambutan secara seremonial saat kedatangan jamaah haji di Halaman GOR Jetayu, Selasa 9 Juni 2026.

Keputusan tersebut diambil agar para jamaah yang baru menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci dapat segera berkumpul dan melepas rindu bersama keluarga.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jemaah kloter pertama yang diangkut menggunakan lima bus. Namun, ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya satu jemaah dalam perjalanan pulang.

“Alhamdulillah seluruh proses kepulangan berjalan lancar. Ada satu jemaah yang wafat di pesawat dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Jemaah lainnya tiba dengan selamat dan dalam kondisi baik,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Menurutnya, penyambutan sederhana sengaja dilakukan karena memahami kerinduan jemaah untuk segera bertemu keluarga setelah menjalani ibadah haji selama kurang lebih 40 hari.

“Kami ingin jemaah bisa langsung beristirahat dan berkumpul dengan keluarga. Setelah perjalanan panjang dan ibadah yang menguras tenaga, tentu momen bersama keluarga menjadi yang paling dinantikan,” katanya.

Ia menilai perjalanan haji bukanlah ibadah yang mudah. Selain harus menunggu antrean bertahun-tahun, jemaah juga dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Pada hari yang sama sekitar pukul 10.00 WIB, sebanyak 131 jamaah haji Kota Pekalongan yang tergabung dalam Kloter 15 SOC juga tiba dengan selamat di GOR Jetayu. 

Kedatangan mereka disambut keluarga dan jajaran Pemerintah Kota Pekalongan.

Wakil Wali Kota Pekalongan Hj. Balgis Diab mengungkapkan rasa syukur karena seluruh jamaah Kloter 15 SOC kembali dalam keadaan sehat.

“Alhamdulillah seluruh jamaah haji Kota Pekalongan kembali dengan selamat. Kami mendoakan semuanya menjadi haji yang mabrur dan mabruroh serta membawa keberkahan bagi Kota Pekalongan,” tuturnya.

Salah satu jamaah, Yeyen Indriyani, 57, warga Podosugih, mengaku terharu akhirnya dapat menunaikan rukun Islam kelima setelah menunggu antrian selama 13 tahun.

Ia menilai pelayanan haji tahun ini berjalan baik dan membantu jemaah beradaptasi dengan kondisi cuaca di Arab Saudi.

“Alhamdulillah semua dimudahkan. Pelayanannya sangat memuaskan dan kami bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar,” ungkapnya.

Yeyen juga memastikan situasi konflik di kawasan Timur Tengah tidak mempengaruhi pelaksanaan ibadah haji yang dijalaninya bersama sang suami. Seluruh prosesi berlangsung aman hingga kembali ke Indonesia. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Haji 2026 #Gor Jetayu #jamaah haji #pekalongan