METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan memperkuat sinergi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Kementerian Haji dan Umrah serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan haji 2026 sekaligus persiapan menghadapi musim haji 2027.
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Evaluasi dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Kota Pekalongan Tahun 1448 H/2027 M di Hotel Nirwana, Rabu (26/8/2026).
Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, mengatakan evaluasi menjadi momentum untuk mempertahankan pelayanan yang telah berjalan baik sekaligus memperbaiki berbagai kendala yang muncul selama penyelenggaraan haji 2026.
“Harapan kami, kendala yang terjadi tahun ini bisa menjadi bahan perbaikan, sementara hal-hal yang sudah baik kita pertahankan. Pelayanan kepada jemaah harus dilakukan dengan hati, profesional, serta didukung koordinasi seluruh stakeholder,” ujarnya.
Baca Juga: Parkside Mandarin Pekalongan Bidik Ramainya Event 2027
Baca Juga: Adu Argumen di Sidang Praperadilan Padepokan Padang Ati
Menurut Balgis, penyelenggaraan ibadah haji membutuhkan kerja bersama karena pelayanan jemaah tidak hanya berlangsung pada saat keberangkatan dan kepulangan. Pembinaan, pendampingan, koordinasi hingga pemenuhan kebutuhan jemaah juga menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak awal.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Tengah, Fitriyanto, mengungkapkan kualitas pelayanan haji Indonesia pada 2026 menunjukkan capaian positif. Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2026 mencapai 91,4 dan disebut sebagai angka tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia.
Capaian tersebut, menurut Fitriyanto, tidak lahir dari kerja satu lembaga. Sinergi pemerintah daerah, KBIHU, Kementerian Haji dan Umrah serta OPD terkait menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
Memasuki 2027, pemerintah juga melakukan sejumlah penguatan. Salah satunya terkait kuota haji nasional yang ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah.
“Untuk 2027, kuota haji nasional ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah. Penguatan pelayanan juga terus dilakukan, termasuk peningkatan jumlah petugas haji agar pelayanan di lapangan semakin optimal,” tegasnya.
Baca Juga: Jelang SILATNAS, Aliansi PPPK Pekalongan Rangkai Dukungan
Baca Juga: Jelang HUT Polwan, Personel Diperiksa dari Seragam hingga HP
Kepala Kemenhaj Kota Pekalongan, R. Antono, menilai keberhasilan pelayanan jemaah merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah daerah bersama KBIHU dan stakeholder lainnya memiliki peran dalam memastikan pembinaan serta pendampingan jemaah berjalan optimal.
“Kami juga memberikan apresiasi kepada KBIHU terbaik sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan jemaah,” ungkapnya.
Evaluasi tersebut selanjutnya menjadi pijakan untuk menyiapkan penyelenggaraan haji 2027. Berbagai masukan dari jemaah dan stakeholder akan digunakan untuk memperkuat pelayanan sekaligus mengantisipasi persoalan yang berpotensi muncul.
Sementara itu, Kasi Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji Kemenhaj Kota Pekalongan, Mahmudah, mengatakan evaluasi dilakukan terhadap seluruh rangkaian pelayanan, baik selama persiapan di tanah air maupun pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Secara umum pelayanan tahun 2026 sudah baik. Dari jemaah juga mendapat respons positif, termasuk pelayanan konsumsi yang dinilai aman dan sesuai dengan cita rasa Indonesia,” terangnya.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com